Ponorogo (beritajatim.com) – Tren tagar KaburAjaDulu tengah ramai di media sosial. Fenomena ini menunjukkan semakin banyak generasi muda yang ingin merantau ke luar negeri, namun dimungkinkan tanpa persiapan yang matang.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Ponorogo, Ribut Riyanto, mengingatkan bahwa keputusan bekerja ke luar negeri atau yang lagi ngehits dengan #KaburAjaDulu sebaiknya diambil dengan perhitungan yang jelas, agar benar-benar bermanfaat.
Sebagai seseorang yang pernah bekerja dan belajar di Jepang, Ribut memahami bahwa bekerja di luar negeri bisa menjadi peluang besar bagi anak muda untuk menambah ilmu, pengalaman kerja, serta mengumpulkan modal. Namun, Ia menekankan bahwa kesiapan mental, keterampilan, dan strategi yang matang sangat diperlukan agar mereka tidak mengalami kesulitan di negara tujuan.
Ponorogo sendiri dikenal sebagai daerah dengan banyak Pekerja Migran Indonesia. Menurut Ribut, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk bekerja di luar negeri.
Menentukan negara tujuan yang sesuai dengan peluang kerja dan kemampuan menjadi langkah awal yang penting.
Selain itu, menggunakan lembaga resmi yang kredibel akan membantu memastikan proses keberangkatan berjalan aman dan legal. Mempelajari bahasa serta budaya negara tujuan juga menjadi faktor krusial agar proses adaptasi lebih mudah dan cepat.
“Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memutuskan bekerja di luar negeri. Pertama, tentukan negara tujuan yang sesuai dengan peluang kerja dan kemampuan yang dimiliki. Kedua, pilih lembaga yang akan mendampingi atau membina agar proses keberangkatan lebih aman dan terarah. Ketiga, pelajari bahasa dan budaya negara tujuan agar lebih cepat beradaptasi,” ujar Ribut, Rabu (26/02/2025).
Ribut juga mengajak generasi muda untuk mengubah pola pikir dari sekadar ikut tren menjadi perencanaan yang matang, yakni agar niat kabur aja dulu diubah menjadi cari modal dulu. Jika niat sejak awal sudah jelas, pekerja migran tidak akan mudah mengalami stres atau kesulitan saat menghadapi tantangan di negara tujuan. Sebaliknya, mereka akan lebih termotivasi untuk bertahan, bekerja dengan baik, serta mencapai tujuan finansial dan karier yang diinginkan.
Selain itu, menjaga komunikasi dengan keluarga di tanah air juga menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Dukungan moral dari keluarga akan membantu pekerja migran menghadapi berbagai situasi di luar negeri.
“Menjalin komunikasi itu penting agar hubungan emosional antara anak, orang tua, dan keluarga tetap terjaga dengan baik,” tuturnya.
Dengan ramainya tagar kabur aja dulu, semakin meneguhkan bahwa tren bekerja di luar negeri memang semakin diminati oleh generasi muda. Namun, dengan persiapan yang matang, merantau bukan hanya sekadar petualangan singkat, melainkan langkah strategis yang bisa membawa dampak positif bagi kehidupan mereka. (end/ted)






