Jombang (beritajatim.com) – Mulianah dan Hartini tak berheti berucap syukur. Itu setelah tempat usahanya berupa toko kelontong makin berkembang. Omzet meningkat drastis setelah mendapatkan program Z-Mart dari Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Jombang.
Toko milik Mulianah berada di Jalan Arif Rahman Hakim, sedangkan Hartini yang berada di Jalan Sulawesi Kecamatan/Kabupaten Jombang. Program Z-Mart mulai dijalankan oleh Baznas pada awal 2022. Dari 20 Z-Mart yang menyasar warung atau toko di Kota Santri, sebagian besar sudah berhasil meraup untung. Dagangan yang dijual oleh pemilik juga semakin bervariasi.
Dari awal branding dan pendampingan dilakukan oleh Baznas Kabupaten Jombang. Mulai pengecatan, pemasangan plang, hingga penataan rak untuk berjualan. Tak ketinggalan pula, modal awal untuk pemenuhan barang dagangan dikucurkan sebesar Rp2 juta oleh Baznas.
Mulianah mengakui, adanya penataan ulang membuat toko miliknya semakin menarik. Barang dagangan juga semakin lengkap. Praktis, pelanngan yang datang juga semakin banyak. Terlebih ketika mereka mengetahui semakin beranekaragamnya barang yang ditawarkan dengan harga terjangkau, membuat berbelanja lebih nyaman.
“Selain itu toko kami dijadikan jujukan para pelajar di seputaran Jombang Kota setelah pulang sekolah untuk berkumpul. Hal itu menjadikan dagangan cepat laku. Modal semakin cepat berputar,” terang Mulianah ketika ditemui di toko miliknya belum lama ini.
Hal senada diungkapkan Hartini. Sebelumnya, Hartini hanya menjajakan makanan ringan macam gorengan dan pelbagai kudapan untuk anak-anak. Seiring mendapatkan program Z-Mart warungnya makin berkembang. Kini Hartini juga berjualan kebutuhan pokok sehari-hari.
[berita-terkait number=”4″ tag=”baznas-jombang”]
Tentu saja, omzet dari tempat usahanya itu melejit. Saat ini omzet mencapai Rp300 ribu setiap harinya. Bahkan, kalau sedang ramai seperti Ramadan kemarin, omzet bisa tembus Rp750 ribu per hari. “Alhamdulillah, omzet meningkat,” katanya.
Hartini sambil meladeni pembeli yang datang mengakui, pengalamannya berjualan masih minim. Oleh karena itu, setiap ada arahan dari Tim Z-Mart Baznas Kabupaten Jombang dirinya selalu mengikuti. Mulai hal teknis seputar penataan dan jenis barang yang harus ditambah. “Juga soal pengelolaan keuangan. Saya terus belajar agar lebih rapi dan disiplin,” lanjut Hartini.
Sementara itu Koordinator Tim Z-Mart Baznas Kabupaten Jombang, M. Asep Irawan mengatakan keberhasilan ini patut disyukuri. Setidaknya ikhtiar yang dibangun berbuah hasil manis. “Kedepan guna menuju menjadi toko ritel yang mandiri, Z-Mart juga akan dibekali teknis pengelolaan keuangan yang tepat,” kata Asep.
“Jadi diharapkan ada mekanisme gajian. Sehingga pemilik toko Z-Mart tidak diperkenankan mengambil keuntungan tiap harinya, melainkan hanya sekali dalam sepekan. Semuanya wajib tercatat, sehingga di akhir bulan dapat terakumulasi omzet yang diperoleh dan pendapatan bersihnya,” pungkasnya. [suf]






