Lumajang (beritajatim.com) – Fenomena antrian panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) juga terjadi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur sejak, Minggu (27/7/2025).
Hal itu terjadi karena imbas kelangkaan BBM di wilayah Kabupaten Jember setelah ditutupnya jalur Gumitir.
Bupati Lumajang Indah Amperawati menyampaikan, antrian panjang yang terjadi di sejumlah SPBU Lumajang disebabkan karena masyarakat ikut terdampak panic buying.
Sebab, banyak warga Jember yang berprofesi sebagai tengkulak memilih untuk mengamankan stok BBM dari Lumajang. Kondisi ini menyebabkan warga Lumajang juga ikut berbondong-bondong membeli BBM.
Padahal, stok BBM di wilayah Lumajang dipastikan sangat aman untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Imbas dari Jember BBM antri, ini sebenarnya BBM di Lumajang aman stoknya, hanya panic buying masyarakat. Karena panik akhirnya membeli, padahal setelah saya cek aman sekali untuk stoknya,” terangnya, Rabu (30/7/2025).
Meski beberapa SPBU di wilayah Lumajang sempat mengalami kekosongan stok, ketersediaan BBM dipastikan tidak mengalami kelangkaan.
Selain itu, sebagai penanganan terhadap tambahan pembeli dari wilayah Jember, jumlah stok BBM di sejumlah SPBU Lumajang juga dilakukan penambahan.
“Untuk stok masih cukup, memang beberapa SPBU sempat kosong tetapi tidak semua dan tidak langka. Ini karena warga Jember ikut mengantri ke Lumajang, kami akan meminta untuk menambah pasokan,” ungkapnya. (has/ted)






