Bojonegoro (beritajatim.com) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bojonegoro menyebabkan banjir disejumlah wilayah. Banjir menggenangi sejumlah rumah warga, fasilitas umum, hingga persawahan.
Data yang disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro pada Selasa (6/2/2024) pukul 14.30 WIB, sedikitnya ada enam kecamatan yang terendam.
Banjir luapan sungai itu terjadi di Kecamatan Sumberrejo, di Desa Deru dengan dampak menggenangi 47 rumah dengan jumlah jiwa 143. Kemudian Kecamatan Balen di Desa Penganten menggenangi 36 rumah dengan jiwa 112 orang.
Kecamatan Kapas, banjir terjadi di Desa Wedi dengan dampak 53 rumah tergenang dengan jumlah jiwa 159 orang, dan sawah 310 hektar. Kemudian Desa Sembung ada 65 rumah dengan jiwa 195 orang, kantor desa tergenang 15 cm dan persawahan 20 hektar.
Masih di Kecamatan Kapas, banjir dampak bencana hidrometeorologi itu juga menggenangi Desa Kalianyar dengan rumah 482 tergenang dengan jumlah 1.446 jiwa, tiga unit fasilitas umum dan 62 hektar sawah.
Di Kecamatan Bojonegoro, di Desa Sukorejo sebanyak 67 rumah dengan jumlah jiwa 178 orang, satu mushola, dan 90 hektar lahan tergenang. Kemudian di Kecamatan Baureno Desa Kedungrejo 80 hektar sawah tergenang.
Kemudian, di Kecamatan Kanor, Desa Pesen, seluas 75 hektar sawah juga tergenang. Selain banjir, kejadian tanah longsor juga terjadi di Desa Dengok Kecamatan Padangan, yakni tebing sungai longsor dengan panjang 20 meter serta tinggi 5 meter.
Selain itu, tanah longsor juga terjadi di Desa Butoh Kecamatan Ngasem. Tebing Sungai Tidur longsor sepanjang 200 meter dan tinggi 9 meter. “Dampaknya, 2 unit rumah warga bagian belakang rusak sedang,” ujar Kalaksa BPBD Bojonegoro, Ardhian Orianto.
Pihaknya memprediksi genangan air akan berlangsung lama karena posisi debit air Sungai Bengawan Solo mengalami kenaikan. Sehingga beberapa persiapan dilakukan, seperti menyediakan tenda pengungsian, dapur umum, serta evakuasi warga.
Berdasarkan pantauan yang dilakukan Perusahaan Umum Jasa Tirta Divisi Jasa Asa III Bengawan Solo pada pukul 18.00 WIB titik ukur di Bojonegoro menunjukkan siaga merah dengan ketinggian 14.43 MDPL, dan di Karangnongko 27.18 MDPL. [lus/aje]






