Ringkasan Berita:
- Damkarla Jombang menyiagakan tiga unit mobil pemadam kebakaran di tiga lokasi berbeda saat pembukaan Muktamar ke-35 NU pada Kamis (27/8/2026).
- Sebanyak 12 personel damkar dikerahkan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, terutama terkait pendaratan helikopter Presiden RI dan pejabat lainnya.
- Damkarla tetap siaga di posko utama selama hari kedua hingga kelima Muktamar NU serta mengimbau penyediaan APAR di lokasi penginapan peserta.
Jombang (beritajatim.com) – Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Jombang disiagakan selama rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas Jombang pada 27 hingga 31 Agustus 2026.
Sebelumnya, armada tersebut bersiaga secara ‘on call’ melalui posko yang berada di Jalan KH Wahid Hasyim Jombang. Namun, khusus saat pembukaan Muktamar ke-35 NU pada Kamis (27/8/2026), tiga unit mobil damkar ditempatkan di tiga titik strategis untuk mendukung pengamanan kegiatan.
Tiga lokasi tersebut yakni Stadion Merdeka Jombang, Lapangan Desa Plosogeneng, dan Lapangan Untung Surapati Tambakrejo Jombang. Penempatan di Stadion Merdeka dilakukan karena lokasi tersebut menjadi tempat pendaratan helikopter yang membawa Presiden RI Prabowo Subianto.
Sementara Lapangan Desa Plosogeneng digunakan sebagai lokasi pendaratan pejabat lainnya. Adapun Lapangan Untung Surapati Desa Tambakrejo menjadi lokasi utama pembukaan Muktamar ke-35 NU.
“Kemudian di Lapangan Untung Surapati Desa Tambakrejo digunakan sebagai lokasi pembukaan Muktamar ke-35 NU. Pada saat pembukaan kita standby di tiga lokasi tersebut,” ujar Komandan Damkarla (Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan) Jombang Syamsul Bahri, Sabtu (22/8/2026).
Selain mengerahkan tiga unit kendaraan pemadam, Damkarla Jombang juga menyiagakan 12 personel. Masing-masing kendaraan ditempatkan empat petugas untuk memastikan kesiapan apabila terjadi kondisi darurat. “Jadi totalnya ada 12 petugas damkar yang siaga pada hari H,” ujarnya.
Setelah pembukaan selesai, Damkarla Jombang kembali menjalankan pola siaga melalui posko utama di Jalan KH Wahid Hasyim hingga rangkaian Muktamar berakhir. Syamsul menjelaskan, keputusan tersebut dilakukan karena jarak antara posko Damkar dengan lokasi PPBU Tambakberas hanya sekitar 4 kilometer.
Menurutnya, menempatkan armada damkar langsung di lokasi Muktamar selama seluruh rangkaian acara justru berpotensi menyulitkan mobilitas kendaraan akibat kepadatan massa.
“Jika jumlah tersebut kurang, Pos Damkar lain seperti di Ploso, Mojoagung dan Ngoro juga siap,” tambah Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jombang ini.
Syamsul juga menyampaikan bahwa Damkarla Jombang telah mengikuti rapat koordinasi pengamanan Muktamar NU yang digelar di Polres Jombang beberapa waktu lalu. Dalam rapat tersebut, pihaknya memaparkan kesiapan personel dan sarana pemadam kebakaran selama kegiatan berlangsung.
Selain kesiapan armada, Damkarla juga memberikan masukan kepada panitia agar setiap lokasi penginapan peserta Muktamar NU dilengkapi APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya pencegahan apabila terjadi insiden kebakaran. “Semua sudah kita sampaikan saat rapat kemarin,” pungkasnya. [suf]






