Gresik (beritajatim.com) – Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik, dibuat pusing saat mengevakuasi ular piton sepanjang 4 meter yang masuk ke gorong-gorong sempit sewaktu hendak dievakuasi.
Tak ingin dibuat pusing oleh ular tersebut, akhirnya petugas damkarla dibantu warga setempat membongkar gorong-gorong yang menjadi tempat persembunyiannya.
Kejadian ular piton masuk ke gorong-gorong bermula saat warga yang bernama Andik (49) yang berdomisili di Jalan Syech Abdul Qodir Jaelani Perumahan Bumi Randu Agung Indah (Brai) Gresik, melihat ular piton melintas dari badan jalan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”ular”]
Kemudian ular itu masuk ke gorong-gorong sempit. Tak ingin terjadi sesuatu akhirnya Andik melaporkan hal ini ke Dinas Damkarla Kabupaten Gresik. Setelah laporan itu direspon petugas datang ke lokasi. Namun, ular yang akan dievakuasi berada di dalam bagian tengah gorong-gorong.
“Petugas kami sampai menyemprot pakai cairan sabun cuci agar ular yang bersembunyi keluar. Tapi ternyata tidak mau keluar jadi jalan satu-satunya membongkar saluran gorong-gorong ujar Kepala Damkarla Kabupaten Gresik, AH. Sinaga, Senin (16/01/2023).
Setelah dibongkar dan dibantu warga, ular piton tersebut berhasil dievakuasi. Kemudian diamankan oleh petugas. “Evakuasi ini butuh ekstra tenaga karena harus membongkar saluran gorong-gorong yang ada di tengah jalan perumahan,” kata AH. Sinaga.
Mantan Kadispora Kabupaten Gresik itu tetap menghimbau kepada warga agar berhati-hati di musim hujan. Pasalnya, banyak binatang melata seperti ular keluar untuk mencari makanan. “Tetap waspada dan bila menemukan binatang melata yang dianggap membahayakan segera melapor,” pungkasnya. [dny/kun]






