Lamongan (beritajatim.com) – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lamongan mencatat selama tahun 2021 ada 51 kebakaran yang sudah ditangani.
Kabid Damkar Lamongan, Amrih mengungkapkan, jumlah kebakaran di Kabupaten Lamongan selama tahun 2021 mengalami kenaikan jika dibandingkan tahun sebelumnya.
“Dari data yang kami himpun, memang ada kenaikan. Pada tahun 2020 lalu, kasus kebakaran berjumlah 29, sedangkan di tahun 2021 ada 51 kasus kebakaran,” ungkap Amrih kepada wartawan, Sabtu (1/1/2022).
Lebih rinci, Amri mengatakan, 51 kasus kebakaran tersebut terjadi di bulan Januari 2 kasus, Februari 2 kasus, Maret 3 kasus, April 5 kasus, Mei 7 kasus, Juni 1 Kasus. Sedangkan bulan Juli 2 kasus, Agustus 13 kasus.
Kemudian September dan Oktober masing-masing 6 kasus, November 1 kasus, serta Desember 3 kasus.
[berita-terkait number=”4″ tag=”damkar-lamongan”]
Menurut Amrih, kasus terbanyak penyebab kebakaran di Kabupaten Lamongan didominasi oleh arus pendek listrik atau korsleting.
“Memang selama tahun 2021, kebakaran didominasi terjadi di pemukiman akibat arus pendek listrik, sisanya ada pula karena gas, dan pembakaran sampah,” terangnya.
Menyikapi naiknya kasus kebakaran tersebut, Amrih menuturkan, bahwa kasus kebakaran tak bisa diprediksi sebelumnya, oleh sebab itu petugas Damkar terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan, deteksi dini, dan siaga tanggap darurat kebakaran.
Selain itu, imbuh Amrih, pihaknya juga menghimbau agar masyarakat senantiasa waspada, tidak membakar sampah sembarangan, serta mencabut alat-alat elektronik yang tidak digunakan.
“Pengecekan instalasi listrik juga perlu dilakukan secara berkala, agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” pungkasnya.[riq/ted]






