Blitar (beritajatim.com) – Penemuan bayi yang baru dilahirkan kembali terjadi di Blitar. Kali ini bayi perempuan yang diduga baru dilahirkan ditemukan warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.
Bayi dengan berat 2,9 kilogram tersebut ditemukan warga tergeletak di atas tanah pekarangan warga tanpa sehelai kain pun. Bayi yang dibuang tersebut diduga merupakan hasil hubungan gelap.
“Tadi pagi Siti Qomariyah yang berada di halaman rumahnya mendengar suara tangisan bayi. Kemudian Siti Qomariyah mencari asal suara tangisan bayi tersebut dan diketahui bahwa terdapat seorang bayi dengan jenis kelamin perempuan yang tergeletak di atas tanah dengan kondisi telanjang, tidak beralaskan suatu apapun yang bertempat pekarangan warga lingkungan kauman Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar,” cerita Kasi Humas Polres Blitar, Iptu Samsul Anwar, Jumat (19/1/2024).
Saat ditemukan, bayi perempuan tersebut dalam kondisi kedinginan. Bayi dengan panjang 48 centimeter itu juga sudah mulai memucat lantaran tidak dibungkus sehelai kain pun.
Satreskrim Polres Blitar Kota langsung melakukan penyelidikan terkait kasus pembuangan bayi yang baru dilahirkan tersebut. Pemeriksaan saksi-saksi juga telah dilakukan.
Pelacakan terhadap ibu hamil juga telah dilakukan. Hal itu dilakukan untuk mengungkap siapa pelaku pembuangan bayi perempuan yang baru saja dilahirkan tersebut.
“Saat ini bayi sudah dibawa ke Puskesmas Srengat untuk dilakukan observasi, dan saat ini kondisinya sudah sehat,” imbuhnya.
Sebelum penemuan bayi ini, peristiwa ini sempat terjadi pada 2 pekan lalu. Saat itu, bayi perempuan yang baru saja dilahirkan juga ditemukan oleh warga Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar di area persawahan.
Saat ditemukan bayi tersebut dalam keadaan hidup serta terbungkus kain batik. Bayi itu pun langsung dibawa warga RSUD Srengat untuk mendapatkan perawatan medis lantaran mengalami kedinginan.
Kasus pembuangan bayi di Ponggok Kabupaten Blitar tersebut juga tengah diselidiki oleh Satreskrim Polres Blitar Kota. Namun setelah 2 pekan berselang, pelaku pembuangan bayi tersebut juga belum kunjung ditangkap.
“Pelaku hingga kini belum ditemukan dan sang bayi diserahkan ke Dinsos Provinsi Jawa Timur, dan menjadi anak negara,” imbuhnya.
Kondisi ini tentu miris. Sebab dalam 2 pekan berselang, ada 2 bayi yang dibuang oleh orang tuanya. Dugaannya bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelap. [owi/beq]






