Surabaya (beritajatim.com) – Selain Nusantara, Indonesia ternyata juga punya nama-nama populer di kancah dunia. Sebenarnya, nama Indonesia sendiri pertama kali dikenal ke seluruh dunia berkat jasa James Richardson Logan di tahun 1850.
Sebelum nama Indonesia dan Nusantara populer, sejarah telah mencatat beberapa nama julukan lain yang pernah disematkan pada tanah Indonesia. Berikut ini daftarnya.
The Malay Archipelago
Dipopulerkan kali perdana berkat Alfred Russel Wallace. Usai dia berkunjung ke tanah Indonesia pada tahun 1854-1682. Nama ini mencakup daerah Malaysia, Singapura, dan Indonesia. The Malay Archipelago punya makna “menguasai laut” atau gugusan pulau-pulau Melayu.
Nederlandsch Oost-Indie
Nama ini diberi ketika masa penjajahan Belanda. Arti dari nama itu yaitu Hindia Timur Belanda atau sering disingkat Hindia Belanda.
Saat Belanda kali perdana datang sampai masa penjajahan, seluruh orang Eropa menyebut tanah Indonesia sebagai Nederlandsch Oost-Indie.
Hindia
Diberi pertama kali oleh penjelajah dari Portugis yang bernama Vasco da Gama. da Gama menemukan gugusan kepulauan di perbatasan Samudera Hindia ketika melakukan ekspedisi dari Eropa ke Malabar (India).
Lantas dia pun lalu menyebut kepulauan ini bernama “Hindia”. Sedangkan nama Hindia sendiri diciptakan oleh Herodotus, ahli ilmu sejarah berasal dari Yunani.
Zamrud Khatulistiwa atau The Emerald Of Equator
Nama itu disematkan berkat letak geografis Indonesia yang pas dilalui garis khatulistiwa. Gugusan kepulauan Indonesia punya kekayaan alam yang nampak begitu hijau.
Sehingga diibaratkan sebagai Batu Zamrud atau Emerald. Nama itu punya arti keindahan batu zamrud yang dilintasi garis khatulistiwa.
Insulinde
Nama ini dicetuskan oleh Eduard Douwes Dekker atau Multatuli. Insulinde bermula dari perkataan ‘Insulair’, ‘Insula’, dan ‘Indus’ “Insula” dalam bahasa latin berarti pulau dan “Indus” berarti Hindia.
Oleh karena itu, “Insulinde” diartikan sebagai pulau Hindia Alasan Eduard memberi nama Insulinde karena dia tak suka mendengar nama “Nederlandsch Oost-Indie” yang diberi oleh Belanda.
Karena Eduard geram dan sering mengkritik perlakuan buruk Belanda pada rakyat Indonesia kala itu. Seperti praktek kolonial dan korupsi oleh pejabat Belanda saat masih menjajah Indonesia.
Nama nama itu mungkin kurang familiar. Tapi sebagai pengetahuan sejarah, penting untuk diketahui. (dan/ian)






