Ponorogo (beritajatim.com) – Tahun ajaran baru 2025/2026 menjadi babak sunyi bagi SDN Jalen di Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. Betapa tidak, sekolah dasar negeri ini hanya memperoleh satu siswa baru di kelas 1, yakni Al Arsy Al Farizy. Meski begitu, kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan seperti biasa.
Pada hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Al Arsy tampak antusias mengikuti aktivitas bersama kakak-kakak kelasnya. Bocah tujuh tahun ini duduk di ruang kelas dengan wajah ceria, tak canggung meski menjadi satu-satunya siswa baru di angkatannya.
“Senang saja meski hanya seorang diri, tadi sudah diajari membuat bunga sama bu guru,” kata Arsy polos, Selasa (15/7/2025).
Ia mengaku memilih SDN Jalen karena ingin mengikuti jejak kakaknya yang juga lulusan sekolah tersebut. Selain itu, jarak sekolah yang dekat dengan rumah menjadi alasan utama.
Kepala SDN Jalen, Dedy Adhi Nugroho, mengaku tak terkejut dengan kondisi ini. Menurutnya, dalam tiga tahun terakhir, fenomena minim murid baru sudah menjadi pola yang berulang.
“Sudah biasa, tiga tahun lalu juga hanya satu siswa, dan tahun lalu 11 anak. Jadi ini bukan hal baru bagi kami. Yang penting pelayanan pendidikan tetap kami berikan maksimal,” ungkap Dedy.
Ia menyebut, jumlah murid yang sedikit justru membuat proses belajar lebih personal, layaknya les privat. “Belajarnya juga bisa lebih fokus,” ujarnya.
Saat ini, total siswa SDN Jalen hanya 20 orang. Dengan rincian, kelas I satu siswa, kelas II 11 siswa, kelas III kosong, kelas IV tiga siswa, kelas V dua siswa, dan kelas VI tiga siswa.
Fenomena berkurangnya siswa menurut guru kelas, Uji Hentini, disebabkan dua faktor utama. Pertama, keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) yang membuat angka kelahiran menurun. Kedua, banyak orang tua memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah yang jumlah siswanya lebih banyak.
“Mungkin karena KB sudah berhasil juga, selain itu orang tua siswa memilih sekolah yang banyak siswanya,” kata Uji.
Meski demikian, SDN Jalen memastikan kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan normal. Di hari pertama sekolah, Al Arsy sudah menulis dan menggambar di kelas, sama seperti anak-anak lain yang datang ramai-ramai. [end/beq]






