Jember (beritajatim.com) – Baiqun Purnomo, cucu KH Achmad Siddiq, Rois Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama era Gus Dur yang tinggal di Kabupaten Jember, Jawa Timur, gembira melihat Anies Baswedan berduet dengan Muhaimin Iskandar dalam pemilihan presiden.
Pasangan Anies-Muhaimin ini didukung Partai Nasional Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Keadilan Sejahtera. “Saya menyambut positif koalisi Muhaimin dengan Anies, karena di situ ada dua partai besar Islam yang akhirnya berkoalisi. Saya sangat mendukung koalisi ini,” katanya, Kamis (7/9/2023).
“Dengan bersatunya PKB dan PKS mendukung capres yang sama, ini sebuah kemajuan politik luar biasa. Artinya dengan itu saya berharap di kalangan umat Islam Indonesia, ukhuwah Islamiyah yang dibangun semakin erat menuju ukhuwah basariyah dan ukhuwah wathoniyah yang lebih kuat lagi,” kata Gus Baiqun, sapaan akrabnya.
Gus Baiqun mengingatkan fenomena pada masa awal Reformasi. “Gus Dur yang semula tidak pernah diperhitungkan dalam percaturan calon presiden pada saat itu, dengan didukung koalisi beberapa partai Islam dalam Poros Tengah dan juga didukung partai berlatar nasionalis, akhirnya menang,” katanya.
Kemenangan Gus Dur, menurut Gus Baiqun, membuktikan bahwa jika partai-partai Islam bersatu, peluang untuk memenangi kontestasi calon presiden dan wakil presiden akan terbuka lebar. “Harapan kami, partai Islam bisa memenangi pencalonan presiden dan wakil presiden tahun depan, sehingga perubahan yang diinginkan masyarakat akan bisa diwujudkan,” katanya.
Selama bertahun-tahun PKB dan PKS selalu dipersepsikan berbeda oleh publik, baik dari sisi latar belakang kultur keagamaan maupun politik. Bahkan perbedaan tersebut memunculkan perpecahan saat ada perbedaan dukungan politik. “Contoh Pemilu 2019 kemarin. PKB ada di kubu Jokowi, PKS di kubu Prabowo. Situasi politik memanas. Siapapun yang memilih Prabowo dikatakan kampret, yang memilih Jokowi dikatakan cebong,” kata Gus Baiqun.
“Hari ini paling tidak, menurut saya, adalah kemenangan umat Islam dengan bersatunya PKB dan PKS yang secara kultur berbeda, tapi perbedaan itu hanya masalah furuiyah (bukan masalah prinsip, red),” kata Gus Baiqun.
“Apapun benderanya, syahadatnya sama, salatnya sama lima waktu, membayar zakatnya sama, puasanya di bulan Ramadan, hajinya juga di Mekah. Tentang keimanan juga tidak ada perbedaan,” kata putra KH Farid Wajdi ini.
Dari sisi kebangsaan pun, PKS dan PKB memiliki komitmen yang sama terhadap Pancasila. Menurut Gus Baiqun, tidak ada keinginan dari dua partai itu untuk mengubah Pancasila menjadi trisila atau ekasila. “Jadi bersatunya PKB dan PKS harus disambut baik dan didukung penuh umat Islam. Dengan seperti itu, kita berharap terjadi perubahan yang lebih baik lagi ke depan,” katanya.
“Di Alquran, Gusti Allah sudah berfirman, sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum tersebut mau mengubah nasibnya sendiri. Kalau kita ingin perubahan, ini harus digaungkan,” kata Gus Baiqun.
Gus Baiqun memiliki hubungan baik dengan Anies Baswedan. Saat berkunjung ke Jember pada medio Mei 2023 lalu, Anies menyempatkan diri bertemu dan berziarah ke makam KH Muhammad Siddiq, ayahanda KH Achmad Siddiq. [wir]






