Sumenep (beritajatim.com) – Ratusan penumpang ke kepulauan Sumenep yang tertahan di Pelabuhan Kalianget selama 2 pekan segera bisa kembali ke kampung halamannya, apabila cuaca membaik.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep, Moh. Jakfar menjelaskan, berdasarkan koordinasi dengan KSOP Kalianget dan BMKG, cuaca mulai membaik. Ombak dan angin mereda. “Kami berencana memberangkatkan penumpang ke Pulau Kangean dan Sapeken besok, menggunakan kapal DBS III. Dengan catatan, cuaca membaik dan mendapatkan ijin berlayar dari KSOP,” katanya, Kamis (05/1/2023).
Berdasarkan data di Pelabuhan Kalianget, jumlah calon penumpang yang akan ke Pulau Kangean sebanyak 127 orang, dan yang akan ke Pulau Sapeken sebanyak 19 orang. Semuanya akan diangkut menggunakan kapal DBS III. “Kalau besok ternyata penumpang membeludak, maka akan diberangkatkan bertahap. Yang kami utamakan yang tertahan di Pelabuhan Kalianget, baik orang maupun barang berupa sembako,” terangnya.
Sedangkan untuk penumpang ke Pulau Masalembu, akan diberangkatkan melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, mengingat pelayaran perdana dilakukan dengan rute Surabaya – Masalembu. “Yang ke Masalembu dari Surabaya rencananya juga besok. Tetapi tampaknya cuaca ke Masalembu belum memungkinkan untuk pelayaran, sehingga ditunda pada Sabtu (7/1/2023),” terangnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pelabuhan-kalianget”]
Jakfar menambahkan, pada prinsipnya Pemkab siap untuk memfasilitasi keberangkatan para penumpang ke wilayah kepulauan dengan meminta armada DBS III menyiapkan pelayaran. “Sekali lagi dengan syarat cuaca membaik dan mendapat ijin berlayar dari KSOP. Yang akan ke Masalembu, karena berangkatnya dari Tanjung Perak, maka penumpang yang tertahan di Pelabuhan Kalianget ini akan kami fasilitasi ke Surabaya,” ucapnya.
Sejak 23 Desember 2022, KSOP meminta seluruh operator kapal menunda pelayaran karena cuaca buruk. Berdasarkan informasi dari BMKG Maritim Surabaya, ketinggian ombak berkisar antara 4-6 meter. Akibat tidak adanya kapal yang berlayar, para calon penumpang yang sedianya akan ke wilayah kepulauan, tertahan di Pelabuhan Kalianget. Mereka memilih menginap di pelabuhan, sambil menunggu keberangkatan kapal.
Data terbaru dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep, jumlah calon penumpang yang tertahan akibat penundaan pemberangkatan kapal ke sejumlah pulau itu sebanyak 175 orang. Rinciannya, sebanyak 131 orang berada di terminal penumpang dermaga III Pelabuhan Kalianget dan 44 orang di Aula Kantor Kecamatan Kalianget. [tem/suf]






