Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto melakukan perapian dahan dan pohon rawan tumbang di sejumlah jalan protokol. Kegiatan yang telah dilakukan sejak awal musim hujan tersebut untuk mengantisipasi terjadinya pohon tumbang. Pasal, saat ini terjadi cuaca ekstrem.
“Sejak awal musim hujan sudah kita lakukan pemantauan dan perapian pohon yang rawan tumbang di sejumlah jalan protokol. Mulai dari Kecamatan Krangga, Surodinawan hingga Magersari,” ujar Kepala DLH Kota Mojokerto, Bambang Mujiono, Sabtu (29/10/2022).
Diantaranya Jalan Hayam Wuruk, Jalan Bayangkara, Jalan Surodinawan, Jalan Taman Siswa, Jalan Raden Wijaya, Jalan Brawijaya, Jalan Kartini, Jalan Majapahit, Jalan Tribuana Tungga Dewi, Jalan PB Sudirman, Jalan Letkol Sumarjo, Jalan Raya Wates, serta Jalan Raya Ijen.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pohon-tumbang”]
“Ada yang kita tebang, ada juga yang hanya kita rapikan tergantung kondisi pohonya. Kami mengimbau kepada masyarakat jika menemukan pohon di area umum yang rawan tumbang, diharapkan agar segera menghubungi petugas. Silahkan menghubungi kami (DLH) melalui Curhat Ning Ita,” katanya.
Bambang menjelaskan, pohon rawan tumbang seperti memiliki ciri akarnya sudah kelihatan ataupun pohon yang telah mati. Masyarakat bisa menghubungi petugas karena masyarakat dilarang menebang sendiri pohon yang ada di jalan meskipun dalam kondisi rawan tumbang.
“Hal ini diatur dalam Perda nomor 10 tentang kebersihan dan keindahan kota. Sampai saat ini, belum ada laporan terkait musibah hujan angin yang mengakibatkan pohon tumbang di Kota Mojokerto. Namun kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati,” tegasnya. [tin/suf]






