Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menerima bantuan CSR (Corporate Sosial Responsibility) dari BRI Kantor Wilayah Surabaya dalam program ‘Mengetuk Pintu Langit 2021 Kantor BRI Wilayah Surabaya Edisi Pelestarian Sumber Mata Air Desa Wanatani Bambu’.
Dana tanggung jawab sosial Rp 50 juta tersebut diterima di Indreng Genitri Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. CSR tersebut diharapkan dapat membantu Pemkab Mojokerto dan Yayasan Bambu Lestari untuk kegiatan budidaya hutan bambu Claket.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bri”]
Bambu secara alami, memiliki keunggulan sebagai tanaman konservasi lingkungan yang menunjang ekosistem air. Sistem perakaran tanaman bambu yang rapat, akan membantu kestabilan lahan tanah yang ditumbuhi.
Sebanyak 600 sumur resapan di Kabupaten Mojokerto yang biasanya tergenang saat musim hujan, saat ini sudah dilaporkan membaik karena manfaat bambu yang dibudidayakan.
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawa berharap dari kerjasama antara BRI dan Yayasan Bambu Lestari, ke depannya bisa membawa Claket sebagai sentra pembibitan bambu bahkan bisa dikenal sebagai ‘Desa Bambu’. Bupati berharap agar program kerjasama ini terus berlanjut, selain untuk melindungi alam, tentunya juga membawa manfaat perekonomian warga sekitar.
“Claket sangat potensial sebagai sentra pembibitan bambu, bahkan bisa dikenal sebagai Desa Bambu. Desa dibimbing agar bisa memilah bambu yang produktif, bambu yang sudah ditanam bisa menjadi manfaat. Seperti, menjadi bahan bangunan homestay, hingga kafe dengan nuansa bambu. Saya harap program ini membawa manfaat untuk alam, serta ekonomi,” katanya, Jumat (24/9/2021).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto, Didik Chusnul Yakin menyampaikan, rencana pelibatan ibu-ibu Desa Claket dalam kegiatan budidaya, hingga usaha pemanfaatan bambu dari segi ekonomi.
“Kemarin kita mengajukan program pembibitan bambu skala keluarga, dengan sistem partisipasif. Ada penawaran kepada KK dalam satu desa, dengan syarat 1 KK melakukan pembibitan sebanyak 2.166,” ujarnya.
Dibutuhkan 30 Kartu Keluarga (KK) dalam satu desa. Dari 30 KK tersebut, target bibit bambu yang diperoleh sebanyak 64.980. Dengan MoU bersama BRI ini, diharapkan dapat menerima bantuan untuk memberikan insentif kepada KK dengan imbalan Rp2.250 per bibit. Selebihnya, dari CSR BRI kekurangannya akan kita tutup dengan anggaran yang ada.
Sementara itu, Pimpinan Kantor BRI Wilayah Surabaya, Triswahju Herlina, menyampaikan terima kasih atas dukungan Bupati Mojokerto hingga kinerja Kantor BRI Cabang Mojokerto berhasil menjadi nomor satu di Jawa Timur.
[berita-terkait number=”4″ tag=”hutan”]
“Berkat dukungan Ibu Bupati, BRI Cabang Mojokerto menjadi kantor BRI dengan kinerja terbaik Wilayah Surabaya. Semoga kerjasama dan sinergi ini, bisa memberi manfaat untuk masyarakat,” ungkapnya.
Selain CSR, dalam kegiatan tersebut Pemkab Mojokerto dan Kantor BRI Cabang Mojokerto turut melaksanakan MoU terkait pemanfaatan jasa dan layanan perbankan dalam pengelolaan BUMDes. Layanan tersebut adalah pick up service yang akan memudahkan pemdes dalam transaksi keuangan.
Lebih tepatnya, BUMDes tak perlu lagi datang ke kantor BRI untuk setor tunai, karena BRI sendiri yang akan datang menjemput dana setoran tersebut. Penandatanganan MoU dilakukan Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati dan Dian Kesuma Wardhana selaku Pemimpin BRI Cabang Mojokerto. [tin/suf]







