Sampang (beritajatim.com) – Surat intruksi Menteri Dalam Negeri nomer 47 tahun 2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 di wilayah Jawa-Bali terhitung 8 hingga 21 November 2022, wajib diperhatikan dan menjadi cacatan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang untuk segera dilakukan sosialisasi kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lintas sektor, dan semua lapisan masyarakat. Agar, meningkatkan kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) varian XBB tidak semakin meluas.
Sebab, menurut Aulia Rahman, Sekertaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang, bahwa kasus Covid 19 di Kota Bahari mulai mengkhawatirkan, jika aturan PPKM level satu diabaikan.
“Kami berharap pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid 19, gerak cepat untuk menekan kepada warga agar menerapkan 3 M, Memakai masker dengan benar, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun,” terang Aulia Politikus partai Demokrat, Sabtu (12/11/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”covid-19″]
Aulia juga menambahkan, kasus Covid 19 varian XBB ini membuat negara kita Republik Indonesia menyandang predikat ke 10 sedunia kasus Covid terbanyak 2022. Oleh sebab itu jangan sampai lengah apalagi mengabaikan Protokol Kesehatan (Prokes). “Interuksi Mendagri ini sangat penting, jangan sampai PPKM yang di Sampang naik level 3 apalagi sampai level 4,” imbuhnya.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Moh. Zyn Kabupaten Sampang, Madura. Merawat empat orang pasien Coronavirus Diesase 2019 (Covid-19). Hal itu, disampaikan oleh direktur RSUD dr Agus Akhmadi.
“Empat atau dua orang pasein yang dirawat, dan pagi ini masih ada satu lagi pasien tetapi menunggu hasil Polymarase Chain Reaction (PCR) sebagai mekanisme membaca kode genetik pada sampel DNA,” kata dr Agus Akhmadi.
Agus menambahkan, dengan situasi ini, pihaknya berharap kepada masyarakat untuk selalu menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) seperti memakai masker, membawa hand sanitizer dan jangan lupa mencuci tangan dengan air mengalir untuk mengantisipasi adanya penyebaran virus. “Kalau tidak perlu bergerombol ya hindari bergerombol, dan jangan lupa tetap memperketat Prokes,” harap direktur RSUD Sampang.
Masih kata agus, sesuai data yang diterimanya, khusus di daerah Sidoarjo, terdapat 20 warga suspek Covid 19 varian Omicron XBB dengan gejala flu, demam dan batuk. “Jika Sidoarjo kenak, Surabaya pasti kenak dan Sampang merupakan daerah yang rawan,” tandasnya.[sar/kun]






