Jember (beritajatim.com) – Delapan tim yang akan bertanding di perempat final Liga Champions 2022 sudah dipastikan. Inggris dan Spanyol masing-masing mengirimkan tiga wakilnya, ditambah satu tim dari Portugal dan satu tim dari Jerman.
Berdasarkan undian di Nyon, Swiss pada Jumat (18/3/2022) petang Waktu Indonesia Barat, Chelsea akan melawan Real Madrid, Manchester City berhadapan dengan Atletico Madrid, Villareal mencoba menghadang Bayern Munchen, dan Benfica menantang Liverpool.
Bagaimana rekor pertemuan masing-masing tim?
Sepanjang sejarah pertandingan level Eropa, Chelsea tidak pernah kalah dari Real Madrid. Dari lima kali pertemuan, Chelsea menang tiga kali, yakni 2-1 pada 1971 dalam final kompetisi Cup Winners Cup, 1-0 dalam Super Cup 1998, dan 2-0 pada pertandingan semifinal Liga Champions 2021. Sisanya adalah dua kali hasil imbang.
Manchester City tidak pernah memiliiki catatan rekor berhadapan dengan Atletico Madrid. Ini bakal menjadi pertemuan pertama mereka di level Eropa. Namun bagi Pep Guardiola, pelatih City, pelatih Atletico Diego Simeone bukan lawan asing. Mereka sudah bertemu tiga kali. Hasilnya Guadiola menang dua kali dan Simeone menang sekali.
Kemenangan perdana Guardiola atas Simeone dicetak pada 26 Februari 2012, saat Barcelona mengalahkan Atletico 2-1 pada pertandingan La Liga. Empat tahun kemudian, mereka kembali bertemu di semifinal Liga Champions. Saat itu Guardiola menukangi Bayern Munchen.
Munchen tersingkir gara-gara rekor gol tandang Atletico lebih baik. Atletico menang 1-0 di Madrid dan kalah 1-2 di Munchen. Harapan Guardiola merebut trofi Liga Champions bersama klub yang berbeda selain Barcelona pun kandas.
Villareal dan Munchen hanya pernah berhadapan dua kali dalam fase penyisihan Liga Champions 2011-12. Saat itu, Munchen menang 2-0 dan 3-1.
[berita-terkait number=”4″ tag=”liga-champions”]
Sementara itu Liverpool dan Benfica sudah pernah 10 kali bertemu sejak 1978. The Reds menang enam kali dan Benfica empat kali. Total Liverpool mencetak 19 gol ke gawang Benfica dan sebaliknya kebobolan 11 gol. Pencetak gol terbanyak Liverpool dalam sejarah saat menghadapi Benfica adalah Ian Rush dengan lima gol dalam empat pertandingan.
Benfica adalah klub yang mengganjal Liverpool dalam Babak 16 Besar Liga Champions pada 2006. Saat itu, Reds dilatih Rafael Benitez dan Benfica dilatih Ronald Koeman. Liverpool kalah 0-1 dan 0-2. Empat tahun kemudian giliran Liverpool membungkam Benfica dalam perempat final Liga Eropa dengan agregat 5-3 (1-2 dan 4-1). Saat itu, Benfica dilatih Jorge Jesus. Saat ini, Benfica dilatih Nelson Veríssimo yang tak pernah menghadapi Liverpool. [wir/but]






