Malang (beritajatim.com) – Mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) tidak hanya berprestasi dari akademik saja, mereka juga berprestasi pada bidang minat bakat. Salah satunya, seperti yang ditunjukkan Farhanuddin Fattah yang telah meraih berbagai ajang perlombaan e-sport.
Menariknya, selain berprestasi, dia juga bisa memberikan beasiswa kepada siswa sekolah. Farhanuddin, tercatat mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unikama.
Saat ini dia juga menjadi Guru di SDN 3 Argotirto, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang sejak 2020 lalu. Guru, kata dia, memang sudah jadi cita-citanya sejak kecil. Dia terinspirasi dari sang Ayah karena dulunya juga merupakan seorang Guru.
“Pada awalnya saya itu masih hobi sepak bola dengan teman-teman. Namun setelah saya masuk kuliah tahun 2017 dan sudah padat-padatnya jadwal, saya jadi jarang main bola. Mulai dari situ saya seperti tertarik untuk coba game kategori E-Sport. Saya nyoba game Mobile Legends hingga bermain terus sampai tahun 2019,” terangnya pada Jumat (11/11/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”e-sport”]
Fattah, selain menggeluti bidang E-Sport juga acapkali membuat event perlombaan Mobile Legends baik di tingkat sekolah maupun umum. Hingga suatu ketika, dari sang kakak sepupunya yang aktif dalam organisasi E-Sport menawarkan dirinya agar bergabung dengan Pengurus Besar Esport Indonesia (PBESI) sebagai panitia pada Piala Kemenpora bersama Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) di Jawa Timur tahun 2021.
“Karena memang saya memiliki passion menjadi pengajar. Selama 2021 itu saya terus menekuni dan menjalin relasi dengan teman-teman di PBESI Jakarta sehingga akhirnya saya bisa menjadi Coach. Alhamdulillah saya lolos untuk menjadi Coach wilayah Jawa Timur bersama dua orang lain,” jelasnya.
Sepulang dari pelatihan itu, Fattah melanjutkan mengajar E-Sport untuk siswa sekolah dalam bentuk ekstrakurikuler E-Sport di sejumlah sekolah di Malang Raya. Meliputi MTSN 4 Malang, SMAN 1 Turen, SMKS Cendika Bangsa, SMAN 1 Bululawang, SMAN 1 Gondanglegi, dan SMAN 1 Tumpang.
Kabupaten Malang jadi daerah pertama di Indonesia yang meraih beasiswa dari Moonton yaitu developer Mobile Legends. Fattah menerangkan jika E-Sport tersebut juga akan jadi kebanggaan bagi sekolah, Dinas Pendidikan, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan juga Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur.
“Saya sampaikan keluh kesah saya mengenai kondisi E-Sport di Kabupaten Malang ke Akademi E-Sports Garudaku. Ternyata keluh kesah saya ditanggapi dan saya diajak bertemu dengan pihak PT. Monster Entertainment Indonesia (Moonton) mengenai program beasiswa mereka,” katanya.
Akhirnya Fattah pun mengusulkan agar 6 sekolah tempatnya mengajar siswanya mendapat beasiswa. “Alhamdulillah, keenam sekolah tersebut sudah disetujui. Pada tanggal 17 November 2022 nanti pihak Moonton bersama dengan Akademi Garudaku dibawah naungan PBESI akan berkunjung ke Malang di Pendopo Kabupaten Malang,” tutup Fatah. (dan/kun)






