Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus berupaya menurunkan angka stunting. Pemkab menggelar kegiatan Rembug Stunting dengan strategi konvergensi dalam percepatan penurunan stunting di wilayah Kabupaten Mojokerto.
Rembug Stunting digelar di Pendopo Graha Maja Tama (GMT), Pemkab Mojokerto tersebut bertujuan untuk mencetak generasi emas menuju Indonesia Emas tahun 2045. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di wilayah Kabupaten Mojokerto sebesar 27,4 persen.
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar meningkatkan komitmennya dengan aksi nyata dalam mengatasi percepatan penurunan stunting di wilayah Kabupaten Mojokerto.
“Ini butuh komitmen kita semuanya, karena ini nanti banyak melibatkan berbagai hal,” ungkapnya.
Termasuk masalah air bersih, kondisi masalah rumahnya, dan masalah pendidikan ibu. Masih kata Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini, hal ini sangat berpengaruh terhadap bagaimana Pemkab Mojokerto mengupayakan penurunan stunting.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-mojokerto”]
“Fokus Pemkab Mojokerto sekarang adalah pada percepatan penurunan stunting, karena tahun 2024 mendatang Pemkab Mojokerto di targetkan angka stuntingnya turun sebesar 14 persen dari 27,4 persen di tahun 2021. Kita harus melakukan pencegahan. Untuk menurunkan angka stunting, terdapat dua strategi,” katanya.
Yakni bagaimana para ibu hamil melahirkan bayi yang tidak stunting? Bagaimana anak-anak stunting di bawah dua tahun bisa diupayakan sehingga bisa keluar dari kondisi stunting, dan kemudian bagaimana anak-anak di atas dua tahun yang sudah stunting dalam kondisi sehat, sehingga nanti tidak memperparah kondisi stuntingnya.
“Bagaimana yang sudah terlanjur lahir stunting, kita upayakan perkembangan tumbuhnya sehingga nanti sebelum dua tahun kita masih punya kesempatan untuk memperbaiki kondisi kecerdasannya. Bagi yang belum lahir atau belum masuk dalam kandungan ibunya, ini diupayakan bagaimana para ibu-ibu yang mau hamil ini siap untuk hamil dan pada ibu-ibu yang hamil ini semua kehamilannya dalam kondisi sehat, sehingga nanti ketika melahirkan tidak melahirkan bayi yang stunting,” pungkasnya. [tin/but]






