Ponorogo (beritajatim.com) – Seluruh siswa di SDN 1 Surodikraman Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, pada Jumat (13/12/2024) menikmati santapan makan siang dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Uji coba Makan Bergizi Gratis ini dilakukan oleh Kodim 0802 Ponorogo. Para siswa pun menyambut positif uji coba tersebut. Mereka ingin program itu segera dilaksanakan setiap hari. “Kebetulan tadi pagi belum sarapan. Alhamdulillah ini dapat makanan gratis, jadi kenyang,” kata Alma Bela, siswi Kelas 6.
Menurut Alma, panggilan Alma Bela menu makanannya rasanya enak. Ia menyebut ada nasi, ayam goreng, tempe krispy dan oseng buncis. Selain lauk pauk juga ada buah semangka dan susu. “Rasanya enak, cocok untuk anak-anak yang sedang masa pertumbuhan,” katanya.
Alma ingin program ini segera terealisasi setiap hari. Namun, nantinya kalau sudah berjalan, Ia ingin menu makanannya bermacam-macam. Supaya dirinya dan teman-temannya tidak bosan. “Ya inginnya nanti menunya bermacam-macam, agar tidak bosan,” katanya.
Hal senada juga diceritakan oleh siswa SDN 1 Surodikraman lainnya, yakni Azzalea Zhafira Queenafindra. Siswi kelas 2 itu, mengungkapkan sangat senang diberi makanan gratis.
Ia pun merasa semangat untuk selalu berangkat sekolah. “Ya perasaannya senang, jadi semangat berangkat ke sekolah,” katanya.
Program uji coba ini langsung dipantau oleh Asisten Logistik Kepala Staf Kodam (Aslog Kasdam) V/Brawijaya, Kolonel Inf Wahyu Hadi Soenaryo. Ia bersama Dandim 0802 Ponorogo Letkol Inf Dwi Soerjono, memeriksa keseluruhan proses, mulai dari persiapan bahan makanan hingga pendistribusian kepada siswa.
Kolonel Wahyu menyampaikan bahwa program ini bertujuan menyediakan makanan bergizi sekaligus membiasakan anak-anak mengonsumsi makanan sehat.
“Awalnya ada siswa yang bilang tidak suka sayur. Tapi tadi, semua sayur habis. Ini menunjukkan bahwa dukungan dan dorongan dari pihak sekolah dan Kodim berhasil membangun kebiasaan baik ini,” jelasnya.
Ia juga memastikan bahwa seluruh proses telah memenuhi standar ketat, mengingat makanan ini diperuntukkan bagi anak-anak.
“Dapur, bahan makanan, hingga SOP-nya diawasi ketat. Ini penting untuk memastikan tumbuh kembang anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” tutup Kolonel Wahyu. [end/suf]






