Tuban (beritajatim.com) – Tina, warga Dusun Karang Tawang, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban menjadi korban atas tingkah sepupunya. Rumahnya ditembok oleh sepupu sendiri sehingga dia tak bisa keluar masuk.
Sebelumnya sempat diberitakan rumah milik Tina ditembok oleh sepupunya bernama Sulis. Dalam video yang beredar pada Sabtu (20/5/2023), Jarak rumah keduanya ini saling berhadapan.
Awal mula perselisihan tersebut terjadi sekitar Januari 2023, saat putri kedua Tina melangsungkan prosesi lamaran di kediamannya. Sedangkan, Sulis pada saat itu menjemur pakaian tepat di depan rumah Tiba, sehingga memicu pertengkaran.
Menurut Tina, sudah sejak dulu gang di depan rumahnya dimanfaatkan Sulis untuk menjemur pakaian. Selama itu, Tina dan keluarganya memilih diam.
Tetapi saat lamaran itu, keluarga Tina merasa malu jika dilihat tamu ada jemuran di depan rumah. Bahkan ada pakaian dalam, sehingga jemuran itu dipinggirkan oleh anaknya bernama Lisdya.
Namun, saat dipinggirkan Lisdya, Sulis langsung marah dan kembali menaruh jemuran di depan rumah Tina. Itu terjadi sampai dua kali.
Baca Juga:
Viral Rumah Warga Tuban Ditembok, Diduga Sakit Hati Jemuran Dipindah
Ulah Sulis membuat Lisdya merasa jengkel sebab tamu lamaran adiknya sudah dekat. Lisdya lalu melempar jemuran tersebut yang mengakibatkan keduanya saling cekcok.
“Sebetulnya nggak papa, nanti kalau tamu sudah pulang bisa dijemur lagi didepan rumah, tapi malah nggak terima marah-marah,” ujar Tina.
Tina membenarkan perselisihan dengan Sulis sudah terjadi sejak lama. Bahkan Tina mengaku tidak tahu apa kesalahan yang dilakukan keluarganya sehingga harus dibenci keluarga sepupunya.
“Dulu, aku orang nggak punya, ditinggal suami meninggal, anak-anak dua masih kecil-kecil, kerja seadanya disuruh nyuciin baju orang, disuruh kerja apa saja saya mau asal bisa sekolahin anak, terus Alhamdulilah sekarang jualan ikan di pasar bisa membesarkan anak,” tutur Tina.
Tina juga tidak tahu awal mula mengapa bisa terjadi perselisihan ini. Sebab sejak dulu sudah dibenci mulai dari almarhum ayah Sulis hingga saat ini.
“Saya itu maunya cuman damai, dari dulu maunya cuman damai, karena bagaimanapun masih keluarga, lebaran saja saya lahir batin kerumahnya tapi nggak mau, saya itu bingung salah saya apa? sampai diginiin,” kata dia.
Tina yang pasrah bahkan tidak mau melaporkan kasus ini ke polisi, dengan alasan tak mau masalahnya berlarut-larut, karena penembokan tersebut sudah dilakukan dua kali.
Yang pertama kali itu saat rumahnya menghadap ke timur, kemudian ditutup oleh Sulis. Kemudian, dipindah menghadap ke selatan yang kini juga ditembok oleh Sulis.
Tak ambil pusing ibu dua anak ini memilih membiarkan tembok setinggi 2 meter tersebut tetap berdiri.
“Nggak usah dibongkar, saya takut kalau dibongkar nanti ditembok lagi, gitu terus. Capek saya, sudah biarin gitu aja, kalau ada rejeki nanti rumahku mau ku hadapkan ke barat,” terang Tina.
Baca Juga:
Video Viral Tuban: Akses Pintu Rumah Warga Ditembok
Berbeda halnya dengan anak pertama Tina yakni Lisdya Ningsih yang berharap bahwa tembok tersebut dibongkar oleh aparat TNI/Polri, sebab yang memiliki kewenangan yakni penegak hukum. Lisdya berharap dengan begitu tidak lagi ada perselisihan kembali, sebab sudah di bongkar oleh penegak hukum.
“Kami sekeluarga gak mau bongkar mbak, nanti kalau kita disuruh ganti rugi terus gimana? biar aparat saja yang bongkar,” harap Lisdya.
Lisdya menceritakan, pada hari jumat semua yang ada dirumah ibu Tin sedang bekerja. Lisdya yang berprofesi sebagai guru ini tiba – tiba dikejutkan dengan adanya tukang yang menembok akses depan pintu rumah.
“Semua orang gak ada yang tahu mbak, kerja semua, pas pulang kerja kaget saya kok ada tembok gini, waktu itu belum tinggi sih,” tutur Lisdya.
Lisdya menjelaskan, bahwa tanah tersebut statusnya milik pantai, artinya milik negara dan bukan milik Tina maupun Sulis secara pribadi. Di mana posisi rumah Tina jarak berapa meter langsung ada pantai. Lalu, adanya penembokan ini menurut keterangan pihak Sulis tanah tersebut masih ikut miliknya.
“Hari Sabtu itu sudah setinggi 1 meter, lalu di hari minggu sudah 2 meter. Sedangkan, selama dua hari ini sudah viral di mana-mana, kaget juga sampai viral gini, padahal kami juga nggak lapor siapa-siapa, memang kebetulan adik saya bikin video rumahku ditembok gais, yang akhirnya tersebar vidio tersebut,” pungkasnya. [ayu/beq]






