Surabaya (beritajatim.com) – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terus memantau kesiapan maktab dalam memberikan layanan kepada jemaah di Makkah. Sejumlah 70 maktab atau markaz yang tergabung dalam Kantor Layanan Asia Tenggara akan melayani 229.000 jemaah haji Indonesia.
Maktab merupakan kantor yang diberi kewenangan Pemerintah Arab Saudi untuk mengurus persiapan layanan jemaah haji, termasuk asal Indonesia. Saat ini, maktab berubah nama menjadi markaz.
Adapun tanggung jawab Maktab yaitu mempersiapkan layanan akomodasi, transportasi, dan termasuk juga katering, khususnya makanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Ketua PPIH Arab Saudi Subhan Cholid menyebutkan bahwa pihaknya memantau kesiapan pelayanan yang dibutuhkan oleh jemaah haji.
“Kita ingin memastikan seluruh layanan maktab sudah siap sebelum jemaah datang,” kata Subhan dalam keterangannya yang dilansir dari laman resmi Kemenag, Minggu (21/5/2023).
BACA JUGA: CJH Tuban Berangkat 29 Mei 2023, Terbagi 3 Kloter
Subhan menambahkan bahwa maktab juga bertanggung jawab dalam menyimpan paspor jemaah. Ia mengungkapkan bahwa setiap maktab harus menyiapkan tempat khusus untuk memastikan paspor jemaah tersimpan dengan aman.
“Setibanya di Makkah, paspor jemaah akan disimpan oleh maktab masing-masing. Jadi maktab harus menyiapkan tempat penyimpanan khusus,” tutur Subhan.
Lebih lanjut, Subhan menjelaskan bahwa pihaknya akan menyiapkan gelang sebagai pengganti identitas.
“Paspor jemaah disimpan di maktab agar tidak hilang. Sebagai pengganti identitas, jemaah telah diberikan gelang,” imbuhnya.
Nantinya, paspor jemaah akan dikembalikan lagi saat mereka akan pulang ke Tanah Air bagi gelombang pertama, atau saat mau ke Madinah bagi gelombang kedua.
Sebagai informasi, jemaah haji Indonesia gelombang pertama akan mendarat di Madinah pada 24 Mei 2023. Setelah menjalani ibadah Arbain (salat wajib berjamaah selama 40 waktu di Masjid Nabawi), mereka akan berangkat ke Makkah. (nap)






