Surabaya (beritajatim.com) – Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK Unusa) menggelar edukasi kesehatan mata bagi para santri Pondok Pesantren Al-Fitrah Surabaya, dengan mengenalkan Gerakan 20-20-20, metode sederhana untuk mencegah kelelahan mata akibat paparan layar digital.
Kegiatan ini diikuti oleh 38 santri, terdiri dari 19 santriwan dan 19 santriwati, dengan ketua tim dr. Windi Indria Rini, Sp.M. Edukasi difokuskan pada pentingnya menjaga kesehatan mata di tengah kebiasaan menatap gawai yang semakin tak terhindarkan, terutama di kalangan remaja.
“Gerakan 20-20-20 adalah cara mudah yang bisa dilakukan siapa saja. Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan sejauh 20 kaki atau sekitar 6 meter selama 20 detik. Ini efektif mengurangi ketegangan mata,” terang dr. Windi, Selasa (5/8/2025).
Menurutnya, paparan layar digital yang berlebihan berisiko memicu eye strain, mata kering, penglihatan kabur, hingga rabun jauh (myopia) yang kini banyak menyerang usia muda. Meski penggunaan gawai di lingkungan pesantren cenderung terbatas, pemahaman dini tetap penting sebagai bekal saat para santri kembali ke lingkungan luar.
Edukasi ini diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal santri tentang kesehatan mata, dilanjutkan sesi interaktif yang membahas gejala dan pencegahan gangguan mata akibat gawai. Setelah itu, dilakukan post-test untuk mengevaluasi efektivitas penyuluhan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FK Unusa dalam menjalankan pengabdian masyarakat berbasis promotif dan preventif.
“Kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini, bahwa menjaga kesehatan mata sama pentingnya dengan kecakapan menggunakan teknologi,” tambah dr. Windi.
Langkah FK Unusa ini mendapat sambutan positif, mengingat meningkatnya waktu layar di kalangan remaja, baik untuk belajar, hiburan, maupun aktivitas sosial digital. [ipl/aje]






