Bojonegoro (beritajatim.com) – Kendaraan pengangkut alat berat hilir mudik dari lapangan Desa Ngampel Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. Alat berat itu digunakan untuk proyek pengeboran minyak dan gas bumi (Migas) Kolibri di Desa Bondol Kecamatan Ngambon Kabupaten Bojonegoro.
Bekas mobilisasi pengangkutan alat berat itu menyisakan limpasan tanah dari roda kendaraan berat yang mengganggu pengguna jalan. Tanah bercampur lumpur itu membahayakan pengguna sepeda motor yang melintas di Jalan Pemuda dan Jalan Basuki Rachmat, terutama saat hujan.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro, Dedi Kurniadi mengatakan, pihaknya telah melakukan konfirmasi kepada pihak operator untuk membersihkan lumpur maupun tanah liat yang menempel ke jalan dari bekas mobilisasi alat berat.
Karena bekas tanah liat itu menimbulkan debu saat panas dan berubah jadi lumpur ketika tersiram air hujan yang menyebabkan jalanan licin. “Sabtu kemarin sudah konfirmasi ke Pertamina, mungkin masih ada yang menempel di aspal,” ujarnya.
Pihaknya meminta, dengan adanya ceceran sisa tanah yang menempel di jalan raya itu agar pihak operator Pertamina EP Cepu Field, lebih tanggap dalam membersihkannya. Sehingga tidak mengakibatkan kejadian yang tidak diinginkan bagi penggula jalan.
Sementara Manager Relations Regional 4, Iwan Ridwan Faisal, mengatakan, dengan adanya laporan yang masuk terkait ceceran tanah yang menempel di Jalan Pemuda, Pertamina EP Cepu Field telah berkomunikasi dan koordinasi kepada mitra transporter untuk menangani hal tersebut dengan melakukan pembersihan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Bojonegoro”]
“Kegiatan mobiliasasi peralatan pengeboran harus mengutamakan aspek keselamatan berlalulintas, baik untuk transporter maupun bagi pengguna jalan lainnya. Sehingga transporter juga harus meminimalisir ceceran tanah di lokasi parkir (staging area), dan jika ada ceceran keluar maka harus segera dibersihkan,” ujar Iwan.
Mobilisasi alat berat yang menimbulkan cecean tanah dari staging area di Desa Ngampel Kecamatan Kapas, itu membawa alat berat untuk ekplorasi pembangunan proyek Migas Kolibri di Kecamatan Ngambong. Sebagai pelaksana, PT PDSI mulai kemarin sudah memberangkatkan 94 kendaraan yang menuju ke Ngambon dari total 140 kendaraan berat. [lus/beq]







