Surabaya (beritajatim.com) – Kabar mengejutkan datang dari aktor kenamaan, Bruce Willis. Melalui unggahan di Instagram, salah satu putrinya, Rumer Willis mengumumkan bahwa sang ayah mundur dari dunia akting. Keputusan ini diambil lantaran pria 67 tahun tersebut tengah bergelut dengan masalah kesehatannya. Bruce didiagnosis menderita aphasia.
Dalam unggahan yang sama, Rumer juga mengatakan bahwa ini merupakan waktu yang sulit bagi ia dan keluarga. Sehingga ia berterima kasih atas dukungan dan cinta yang luar biasa dari para penggemar.
Lalu sebenarnya, penyakit apa aphasia itu hingga membuat sang aktor memilih untuk pensiun?
Aphasia sendiri bukan lah suatu penyakit, melainkan gejala-gejala yang timbul akibat adanya kerusakan pada otak dan memengaruhi bahasa juga komunikasi. Kemampuan yang terkena dampak dari gangguan ini seperti kemampuan untuk berbicara, menulis, serta memahami kata dan bahasa saat membaca atau mendengar.
Penyebab
Seperti yang disebutkan sebelumnya, apashia disebabkan oleh kerusakan otak. Kerusakan yang paling banyak memicu aphasia adalah stroke, karena aliran darah ke otak yang terhambat sehingga sel otak akan mengalami kerusakan bahkanmati total.
Selain itu, bisa juga karena cedera otak yang disertai rusaknya daya ingat dan gangguan kesadaran. Beberapa penyakit yang menyebabkan penurunan fungsi sel otak juga bisa menjadi penyebabnya, seperti dimensia dan Parkinson.
Gejala
Beberapa gejala aphasia yang bisa kalian kenali adalah:
· Penderita kesulitan memahami kata-kata yang dibaca atau diucapkan orang lain
· Penderita mengerti apa yang ingin disampaikan namun kesulitan dalam mengutarakan
· Kalimat atau kata-kata yang disampaikan penderita juga sulit dimengerti
· Ganti satu kata atau suara dengan yang lain
· Tidak mampu membaca atau menulis
· Berbicara dengan kalimat yang tidak lengkap
Pengobatan
Gangguan ini tentu saja bisa diobati, namun tergantung dengan bagian otak yang rusak, penyebab, serta usia dan riwayat kesehatan penderita. Beberapa hal yang biasanya dilakukan untuk menangani aphasia antara lain:
· Terapi wicara
Terapi ini menjadi bentuk pengobatan yang paling sering dilakukan pada penerita aphasia. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan berbicara dan dilakukan secara rutin. Yap, penderita aphasia memang seperti anak kecil yang sedang belajar kembali. Sehingga dokter yang menangani harus bersabar hingga kemampuan penderita bisa kembali lagi.
· Obat
Meski telah dilakukan terapi, tetap saja penderita harus mengonsumsi beberapa jenis obat yang dianjurkan oleh dokter. Obat ini biasanya bertujuan untuk melancarkan aliran darah ke otak sehingga kerusakan otak dapat dihentikan.
· Operasi
Langkah operasi ini akan diambil jika aphasia disebabkan oleh tumor otak, yang mana operasi dilakukan untuk mengangkat tumor pada otak.
Gangguan aphasia ini bukan tidak bisa dicegah loh! Kalian bisa mulai menghindarinya dengan menerapkan gaya hidup yang sehat, seperti tidak merokok, tidak konsumsi alkohol, menjaga pola makan, dan olahraga. (mnd/ian)






