Tarakan (beritajatim.com) – Merudung pebatun benuanta berasal dari bahasa daerah Dayak Tidung, penduduk asli Pulau Tarakan. Memiliki arti bahu membahu dalam membangun ke arah yang lebih baik dan menjadi motto PT Pertamina EP Tarakan Field (Tarakan Field) dalam melaksanakan program-program CSR-nya.
Enriko R. Estrada Hutasoit, Tarakan Legal & Relation Assistant Manager mengatakan, sebagai industri hulu migas, tentu kewajiban perusahaan adalah produksi sumber energi. Namun, bukan berarti perusahaan tutup mata akan kebutuhan masyarakat sekitar. Melalui program pemberdayaan masyarakatnya atau yang kerap disebut corporate social responsibility (CSR), Tarakan Field berusaha menjawab kebutuhan-kebutuhan masyarakat melalui pemberdayaan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pertamina-ep”]
Dia menambahkan, adapun program pengelolaan sampah skala lingkungan adalah salah satu cara Tarakan Field menjawab kebutuhan masyarakat akan isu lingkungan. Dilaksanakan di Kelurahan Kampung Enam, Kota Tarakan, perusahaan membina Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Ramah Lingkungan yang mengelola Bank Sampahm
Tidak hanya lingkungan, Tarakan Field juga memberikan perhatian khusus pada kaum difabel melalui program pengembangan batik. Mengusung tema lingkungan, batik produksi kaum difabel dibuat dengan pewarnaan alami yang sumbernya mudah ditemukan. “Tak hanya menunjang perekonomian di sektor hulu, di bagian hilirnya Tarakan Field membangun Galeri CSR, bekerja sama dengan Bunyu Field,” ujar Enriko. [hen/suf]






