Surabaya (beritajatim.com) – Menghadapi orang yang sedang marah memang tidak mudah. Di satu sisi, tentu ada rasa jengkel ketika harus dimarahi atau meghadapi oran gy ang marah.
Di sisi lain, jika kiata ikut marah kondisinya pun tidak akan berkahir dengan baik. Meski butuh kesabaran yang tinggi, kemarahan memang tidak perlu dilawan dengan kemarahan yang lain.
Ada cara menyikapi amarah orang lain dengan lebih elegan. Cara ini bisa membuat kemarahan mereda, sehingga orang lain jadi segan pada kita. Berikut ini beberapa cara jitu hadapi kemarahan orang lain pada kita.
Akui kemarahan lawan bicara
Jika seseorang berteriak kepada Anda, jangan kemudian dukung kemarahannya. Namun, sadarilah bahwa kemarahan tersebut biasanya merupakan respons terhadap perasaan disalahpahami atau diabaikan. Maka saat Anda mengakui bahwa ia berhak marah bukanlah hal yang sama dengan menyetujui tindakannya.
Ajukan pertanyaan spesifik
Lakukan dengan tenang, ajukan pertanyaan spesifik terhadap hal yang membuat lawan bicara marah pada kita. Misalnya dengan kalimat, “Perkataan apa yang kuucapkan, yang membuatmu marah?”
Hindari memaksa lawan bicara untuk diam
Ini menunjukkan Anda tidak mengakui perasaannya atau bisa jadi ia merasa Anda meremehkan pengalamannya. Hal ini tidak akan membantu untuk meredakan situasi.
Jadilah pendengar yang aktif
Tunjukkan bahwa Anda tertarik dengan melakukan kontak mata atau menganggukkan kepala. Setelah seseorang memberitahu Anda alasan mengapa ia marah, konfirmasikan apa yang Anda dengar. Jadi pendengar aktif akan membuat orang lain luluh di hadapan Anda.
Berempatilah
Cobalah membayangkan situasi yang terjadi dari sudut pandang orang lain. Jika Anda mengalami situasi tersebut, mungkin saja Anda akan merasakan hal yang sama. Dengan menumbuhkan empati tersebut, orang lain akan merasa ada yang memperdulikannya.
Jangan remehkan masalah
Jangan pernah meremehkan orang lain dengan apapun masalah yang dialaminya. Sebab, meski kelihatannya sepele, lawan bicara mungkin tidak merasa demikian. Bisa jadi masalah itu dianggap hal yang sukar diselesaikan.
Hindari menyebutkan intensimu
Alih-alih mendeklarasikan tujuan baik, cobalah melihat dari sudut pandangnya dan perhatikan bagaimana konsekuensi tindakan Anda dalam mempengaruhi orang lain. Hindari penggunaan kata ‘tapi’. Coba tawarkan solusi dan opsi-opsi alternatif yang mungkin bisa membantunya.
Kemarahan tidak selalu harus dihadapi dengan kemarahan, cara elegan biasanya jauh lebih baik untuk membuat orang lain jadi segan. [dan/tur]






