Surabaya (beritajatim.com) – Permen. Makanan ini memang tidak termasuk kebutuhan pokok. Namun, kehadiran permen tetap menjadi salah satu penemuan terbaik dunia. Hingga saat ini, permen adalah salah satu camilan yang paling diminati masyarkat. Mulai dari anak-anak higga orang dewasa.
Maka tidak aneh jika makanan yang dibuat dari bahan dasar gula ini diperingati masyarakat seluruh dunia. Kata candy sendiri merupakan kata serapan. Ia diambil dari bahasa Perancis curce candi yang sebenarnya berasal dari bahasa arab yakni Qandi. Dalam bahasa arab, kata ini memiliki arti sesuatu yang dibuat dari gula.
Kata candy digunakan di Inggris sejak akhir abad ke-13. Di masa-masa itu pula permen dari bahan dasar gula diproduksi dan populer di Eropa. Sebab, sejak zaman yang lebih lampau, orang-orang Eropa memang lebih akrab dengan madu.
Produk alami lebah ini memang menjadi satu-satunya pemanis yang mereka kenal. Madu biasa dioleskan ke roti atau makanan lain sebelum dikonsumsi. Madu juga biasa digunakan untuk mengawetkan buah ketika hendak di bawa bepergian jauh. Caranya, dengan melumuri buah-buahan tersebut dengan madu.
Ketika gula mulai masuk ke Eropa mereka pun mengetahui bahwa orang-orang di Cina, Arab, serta Mesir sudah terbiasa membuat permen. Terutama digunakan untuk kebutuhan medis. Permen ketika itu digunakan untuk membantu peradangan leher atau kelainan pencernaan.
Ketika orang-orang Eropa mengetahui teknik membuat permen dengan cara memanaskan gula hingga lumer, mereka pun turut mencoba membuatnya. Mula-mula permen menjadi makanan eksklusif. Ia biasa jadi camilan bagi orang-orang kaya dan bangsawan di Eropa karena harganya yang mahal. Orang-orang biasa baru bisa membeli permen ketika mereka mendaptakan gaji dari hasil kerja atau di momen-momen tertentu.
Baru di kisaran tahun 1830 an ketika revolusi industri sudah semakin merebak dan suplai gula makin banyak, toko-toko permen dan pasar untuk penjualan permen pun dibuka. Hal ini membuat peredaran permen semakin banyak dan harganya pun menjadi lebih murah. Jauh-jauh lebih murah karena pasar ini menargetkan anak-anak sebagai pasar utama mereka.
Dua jenis permen yang dulu menjadi banyak idaman adalah lemon drop dan permen pappermint. Kedua permen ini menjadi idaman sampai awal abad ke-19. Popularitas mereka kemudian digusur oleh permen dari cocoa yakni cokelat bar, dan masih menjadi permen yang paling diminati hingga hari ini. [tur/bjo]






