Jember (beritajatim.com) – Ratusan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendapat kuliah di luar bidang ilmu mereka, Jumat (25/11/2022). Bukan soal medis, mereka mendapat kuliah soal naga, harimau, golok, dan pedang langit.
Guru dalam kuliah umum daring bertema ‘Menjelma Naga, Agromedis Taklukan Asia Tenggara’ ini adalah William Win Yang, penulis buku serial filosofi kepemimpinan ‘Secrets of The Dragon: 11 Prinsip Dasar Kepemimpinan Naga untuk Bisnis, Perang, dan Kehidupan’.
“Paling tidak harus ada tiga nilai sang naga yang harus kita miliki, yakni mata harimau alias memiliki tujuan. Kemudian ketekunan dan kerja keras bak seekor sapi, dan punya kesabaran seperti unta yang berjalan di tengah hamparan luas gurun pasir,” kata William, sebagaimana dilansir Humas Unej.
William lantas menekankan pentingnya menjaga keselarasan dengan bercerita soal duet naga dan harimau. Mengapa naga sering dipasangkan dengan harimau? “Dalam cerita rakyat Tiongkok naga digambarkan sebagai kekuatan yang suka hadir secara terang-terangan bahkan jika muncul ditandai dengan suara guntur nan keras,” katanya.
“Sementara harimau sebaliknya, mengendap-endap saat mencari mangsa. Dan ketika tiba saatnya maka melompat menerjang sasaran, bergerak dalam sunyi,” kata William. Inilah yang disebut konsep yin-yang dalam filosofi Tiongkok.
Harimau adalah simbol yin yang lembut. Naga menggambarkan sisi keras atau yang. Keduanya tak terpisahkan.
“Kedua sisi yin-yang ini, menyertai kita saat mencapai tujuan. Maka kita harus tahu kapan memainkan sisi yin dan kapan bergerak dengan kekuatan yang,” kata William.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Unej”]
Menurut William, mereka yang berhasil menerapkan nilai-nilai filosofis dalam personifikasi naga dan menggapai sukses sebagai pemimpin besar tidak boleh takabur. Naga bisa dibunuh dengan pedang langit dan golok pembunuh naga. Dua senjata ampuh ini muncul di novel silat karangan Jin Yong.
Dua senjata ini masing-masing menjadi perlambang kekuatan yang bisa menumbangkan seekor naga. Pedang langit melambangkan kekuasaan atau kuasa Tuhan. Sementara golok adalah senjata serbaguna yang umum dimiliki oleh kalangan rakyat jelata dalam bekerja.
Dengan kata lain, William ingin menyampaikan, bahwa kesuksesan adalah karena campur tangan Tuhan. “Dan ingat, jika sudah berada di atas atau menjadi penguasa, harus senantiasa memberikan manfaat bagi banyak orang. Jika hanya berorientasi pada keuntungan semata atau justru merugikan orang banyak maka bisa-bisa ‘terbunuh’ oleh golok pembunuh naga tadi. Digulingkan oleh kekuatan rakyat kecil,” katanya.
Ketua panitia kegiatan kuliah umum Hairrudin berharap kuliah umum itu memberikan kesempatan kepada para mahasiswa kedokteran untuk mempelajari keilmuan lainnya. “Nantinya mereka tidak hanya sekadar jadi dokter, tapi bisa menjadi pemimpin organisasi entah memimpin rumah sakit, memimpin dinas, sebagai direktur klinik dan lainnya,” katanya.
Bekal ilmu kepemimpinan dan pemasaran sangatlah penting. “Di era globalisasi maka perubahan datang sangat cepat maka kami ingin mempersiapkan lulusan yang adaptif terhadap perubahan jaman,” kata Hairrudin. [wir/beq]






