Malang (beritajatim.com) – M Hasanuddin Wahid atau yang akrab disapa Cak Udin mendorong pemerintah desa (Pemdes) agar membangun sinergi dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI). Sinergi tersebut sebagai upaya dalam membina Tenaga Kerja Indonesia (TKI) agar tangguh dan berkarakter.
Anggota DPR RI itu menyampaikannya saat menjadi narasumber pada acara pembinaan untuk meningkatkan sinergitas Pemdes dengan P3MI dan masyarakat di Malang. Agenda tersebut berlangsung di Hotel Santika Premiere Kota Malang pada Senin (20/3/2023).
Menurut Cak Udin Kepala desa harus menguatkan pengawasan terhadap warga yang akan menjadi TKI. Terutama berkaitan dengan kelengkapan berkas dokumen mulai dari surat izin, KTP, dan yang lain haru dicek. “Kepala desa jangan mau diminta memalsukan umur,” ujar Pria yang saat ini menjabat sebagai Sekjen DPP PKB itu.
Pria kelahiran kota Batu itu memberikan data riil jumlah pekerja migran Indonesia dari Malang sebanyak 8.677 orang (data 1 Januari 2022 hingga 31 Desember 2022). Data itu menurutnya jumlah yang tidak sedikit, sekaligus menunjukkan animo masyarakat Kabupaten Malang menjadi TKI terbilang tinggi.
“Konsep jangan berangkat sebelum siap yang pernah dibahas Gus Muhaimin Iskandar ketika menjadi Menteri Ketenagakerjaan masih relevan sampai sekarang. Siapkan dokumen, fisik dan mental, dan harus siap pengetahuan dan keahlian. Prinsip itu saya kira hingga hari ini masih sesuai,” terangnya.
Cak Udin memaparkan, pendidikan karakter sebagai cara untuk mengembangkan kesiapan mental dan fisik. TKI perlu didorong agar menjadi insan tangguh, adaptif, sopan tidak mudah sopan dan mencintai NKRI.
BACA JUGA:
Kesadaran Warga Sampang Jadi TKI Resmi Semakin Meningkat
Awal 2023, 6 TKI Sampang Dipulangkan Kondisi Meninggal
Dia juga mendorong Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas agar bekerjasama dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI). Kerjasama dapat dilakukan dalam hal sumber rekrutmen tenaga kerja dan pelatihan.
“Kelebihan pelatihan yang dilakukan BLK Kom karena dapat menguatkan karakter. TKI bisa mengadopsi nilai baik dari pendidikan yang di pesantren. Rekrutmen menjadi lebih aman karena peran calo/middleman dapat ditekan,” pungkasnya.
Senada dengan itu, Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Dita Indah Sari memandang bahwa PJTKI dan P3MI merupakan perusahaan yang menyiapkan tenaga migran dari Indonesia ke luar negeri. Oleh karenanya, sinergi dan koordinasi penting dilakukan agar dan sesuai prosedur.
“Kepala Desa menjadi garda terdepan untuk melindungi calon tenaga kerja. Desa adalah pintu awal yang memberi izin pada seseorang untuk pergi bekerja di luar negeri,” ujar Dita.
BACA JUGA:
Tertangkap, 10 TKI Ilegal Asal Blitar Dideportasi
Hongkong dan Taiwan, Jadi Tujuan Favorit TKI Kota Blitar
Hal serupa disampaikan juga oleh Abdul Karim selaku Koordinator Bidang Kelembagaan Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri. Dia menjelaskan bahwa semua pihak memiliki tanggung jawab sama berkaitan dengan pekerja migran Indonesia ke luar negeri baik di tingkat pusat sampai tingkat desa.
“Hal itu bertujuan untuk menciptakan usaha kerja yang baik. Hari ini kita dihujani para pekerja migran di luar negeri yang telah bekerjasama dengan kita, diantaranya Eropa dan Amerika,” jelasnya.
Pada agenda ini, hadir pula perwakilan Kadisnaker Kabupaten Malang- Rahmat Yuniman, kemudian P3MI (Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia) Se Malang Raya, Kantor Cabang P3MI, Kepala Desa serta para Pengelola BLKK. [dan/but]






