Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPC Partai Gerindra Kota Surabaya sekaligus Anggota DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, mengajak Cipayung Plus memperkuat dialog konstruktif sebagai upaya mendorong perbaikan kebijakan pemerintah.
Menurutnya, pertukaran gagasan, kritik, dan perspektif antara wakil rakyat dan aktivis mahasiswa penting untuk menghasilkan kajian komprehensif yang dapat menjadi bahan penyempurnaan kebijakan demi kepentingan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Cahyo dalam kegiatan Ngopi atau Ngobrol Persatuan Indonesia Raya bersama organisasi kepemudaan (OKP) Cipayung Plus Kota Surabaya di Cafe Bujend, Kamis (29/10/2026). Diskusi berlangsung lebih dari empat jam dengan membahas berbagai persoalan nasional dan regional, mulai dari kebijakan pemerintah, kesejahteraan masyarakat, hingga pemberdayaan generasi muda.
Cahyo mengatakan, pertemuan itu menjadi kesempatan bagi Fraksi Gerindra untuk mendengar perspektif kelompok pergerakan mahasiswa terhadap persoalan yang berkembang di masyarakat. Masukan tersebut diharapkan dapat memperkaya pembahasan sekaligus menyempurnakan gagasan dan program strategis pemerintah.
“Kami ingin memperkaya khazanah pengetahuan tentang perspektif isu yang beredar di masyarakat, khususnya dari kawan-kawan Cipayung Plus. Dengan begitu, kami bisa meningkatkan kualitas kerja dan menyempurnakan program strategis pemerintah agar lebih berdampak nyata kepada masyarakat,” ujar Cahyo.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah isu nasional turut dibahas, termasuk penanganan bencana, Karhutla, perlindungan sosial, kesejahteraan masyarakat, pengangguran, dan efektivitas program pemerintah. Pembahasan juga menyentuh evaluasi program prioritas, ketimpangan sosial, pemberantasan korupsi, serta pentingnya transparansi dan komunikasi publik agar masyarakat dapat mengawasi capaian kebijakan secara lebih terukur.
Cahyo menegaskan, perbedaan pandangan merupakan bagian penting dari demokrasi selama disampaikan melalui argumentasi yang kuat dan didukung data. Dia ingin aktivis mahasiswa tetap kritis tanpa kehilangan orientasi untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat luas.
“Kami berpesan agar teman-teman terus menjaga semangat perjuangan, memberikan masukan dan kritik yang konstruktif berdasarkan data-data yang komprehensif. Harapannya, ruang demokrasi ini melahirkan kebijakan publik yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, bukan hanya golongan atau pribadi,” kata Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Jatim ini.
Cahyo juga membuka peluang agar dialog serupa dilanjutkan secara kelembagaan di DPRD. Menurutnya, komunikasi yang berkelanjutan dapat mempertemukan gagasan mahasiswa dengan proses pembahasan kebijakan dan penganggaran daerah.
Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Surabaya, Bahtiyar Rifai menyampaikan bahwa pihaknya terbuka terhadap permintaan audiensi dari Cipayung Plus di DPRD Surabaya. Fraksi Gerindra, kata dia, siap mempersiapkan pertemuan lanjutan, termasuk kemungkinan melibatkan pimpinan komisi dan pimpinan dewan.
“Prinsipnya kami terbuka. Kami di Fraksi Gerindra akan mempersiapkan audiensi ini dan, jika memungkinkan, secara kelembagaan DPRD menghadirkan pimpinan komisi serta pimpinan dewan untuk berdiskusi bersama teman-teman pemuda,” ujar pria yang juga Sekretaris DPC Gerindra Surabaya itu.
Dia berharap gagasan yang muncul dari diskusi tersebut dapat dipertimbangkan dalam penyusunan kebijakan dan penganggaran daerah pada tahun-tahun mendatang.
Dengan demikian, partisipasi mahasiswa tidak berhenti pada penyampaian kritik, tetapi juga memiliki ruang untuk berkontribusi dalam pembangunan Surabaya. [asg]






