Ponorogo (Beritajatim.com) – Ribuan pendukung antusias menyambut kehadiran calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Luluk Nur Hamidah, di Gedung Bakti, Jalan Soekarno-Hatta, Ponorogo.
Dalam salah satu agenda kampanyenya di Bumi Reog, Luluk mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024.
Menurutnya, tujuan besar yang hendak dicapai adalah terciptanya kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Jawa Timur.
“Semua komponen masyarakat, khususnya wong cilik, harus kita perjuangkan melalui kebijakan yang berpihak pada mereka. Inilah yang terpenting,” ujar Luluk pada Minggu (27/10/2024).
Dalam kesempatan itu, Luluk memandang Ponorogo memiliki kekuatan besar di sektor pertanian. Ia berharap daerah Bumi Reog ini dapat salah satu penopang utama lumbung pangan Jawa Timur. Oleh karena itu, hilirisasi sektor pertanian dan peternakan harus diperkuat agar pertanian Ponorogo semakin berkembang dan mandiri.
“Kita perlu mendalami masalah yang dihadapi, terutama terkait kesulitan air di Ponorogo. Penting untuk memahami apa yang menjadi kendala utama agar solusi yang diambil tepat,” jelas Luluk.
Setelah memahami akar masalah kekeringan, Luluk berencana mengupayakan berbagai solusi konkret. Jika masalahnya terletak pada kurangnya sumber air, Ia menyarankan penghijauan di daerah hulu untuk meningkatkan resapan air. Penanaman pohon di area tersebut diharapkan dapat memicu kemunculan mata air baru, yang nantinya bermanfaat bagi sektor pertanian.
“Memperbanyak embung juga bisa menjadi solusi efektif untuk mendukung sektor pertanian kita,” katanya.
Selain itu, jika masalahnya terkait akses air bersih, maka program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) akan digencarkan, terutama di wilayah yang berpotensi kekeringan. Sebagai upaya menyelesaikan persoalan ini, Luluk akan mengajukan masalah tersebut ke Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang kini juga menjabat sebagai Menko Pemberdayaan Masyarakat. Ia berharap perhatian pemerintah pusat dapat mempercepat penyelesaian masalah kekeringan di berbagai daerah, salah satunya di Ponorogo.
“Gus Muhaimin baru saja ditunjuk sebagai Menko Pemberdayaan Masyarakat. Kami akan terus berupaya agar isu ini mendapatkan prioritas, terutama untuk memperbanyak saluran irigasi, pompanisasi, serta sumur dalam sebagai solusi jangka panjang,” ujarnya.
Jika terpilih menjadi Gubernur Jawa Timur pada Pilkada 2024, Luluk berkomitmen untuk mengalokasikan setidaknya 15 persen dari APBD untuk mengatasi masalah kekeringan, baik untuk sektor perikanan, pertanian, maupun penyediaan air bersih di wilayah Jawa Timur.(end/ted)






