Situbondo (beritajatim.com) – Yusuf Rio Wahyu Prayogo, calon bupati terpilih Situbondo, Jawa Timur, gemas melihat birokrasi Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Dia meminta tim transisi untuk membangun sistem merit yang benar dalam pemerintahan ke depan.
“Tim transisi ini mendesain birokrasi ini agar fit to body, termasuk merit system mau kami berlakukan,” kata mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember ini, Kamis (12/12/2024).
“Coba Anda lihat. Kepala Dnas Pertanian sama sekali tidak punya latar belakang pertanian. Pelaksana Tugas Dinas Pendidikan adalah Kabag Umum. Bayangkan. Bagaimana orang berbicara soal Situbondo pada masa mendatang, ketika orang-orangnya tidak punya kompetensi dan pengalaman membidangi urusan itu,” kata Rio.
Rio memilih menggunakan sistem terbuka untuk memilih pejabat yang tepat kelak. Aparat sipil negara diberi kesempatan yang sama sesuai aturan untuk menduduki jabatan-jabatan strategis di Pemkab Situbondo.
Namun mereka akan diminta menjelaskan program dan perencanaan anggaran yang akan dilaksanakan ke depan. Penjelasan mereka akan disandingkan dengan visi-misi Rio-Ulfiyah. “Jadi ada public assessment di situ,” kata Rio.
Sistem seperti ini dipercaya Rio akan menepis syak wasangka. “Dengan demikian tidak ada kecurigaan publik dan elite politik kepada saya bahwa saya bermain-main dan ‘Rio sama saja dengan yang lain’,” katanya.
Tak mau membuang waktu, tim transisi yang terdiri atas 25 orang itu bekerja tanpa menanti pelantikan. Mereka terdiri atas ketua partai politik, pakar kebijakan publik, pakar sumber daya manusia, organisasi non pemerintah, KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia), pesantren, dan relawan anak-anak muda.
Amin Said Husni, Bupati Bondowoso 2008-2018, dan Suyoto, Bupati Bojonegoro 2008-2018 ikut terlibat sebagai dewan pakar. Mereka diharapkan bisa berbagi pengalaman tentang penataan birokrasi dan pemerintahan daerah yang baik dan benar.
Tim tersebut sudah bertemu dengan Badan Penyelanggara Jaminan Sosial Kesehatan untuk membicarakan kemungkinan kolaborasi dalam pelaksanaan program kesehatan ‘Brantas’ yang dusung Rio-Ulfiyah selama pilkada. Sejumlah birokrasi Pemkab Situbondo juga sudah mulai diajak berkomunikasi untuk membuka kran program beasiswa yang sempat macet.
Rio berharap tim transisi ini sebisa mungkin mewarnai Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2025 dengan visi dan misinya. “Sebisa mungkin, karena saya belum punya kekuasaan. Paling tidak mensikronisasi visi dan misi saya ke APBD,” katanya. [wir]







10 Komentar
Plt. Ka dinas Pendidikan di Kabag Umum, diangkat Kabag Umum lewat jalan TOL, bebas hambatan dr Staf langsung jadi Kabag Umum, biasax lewat kasi dulu lalu Kabid baru Kabag, HEBAT jamanx Bupati Karna
Sejak masuk jaman reformasi karier birokrasi semeraut bukan karena pak karna suswandi yg jadi bupati mulai reformasi sdh banyak tempat yg tdk cocok dg bidang keilmuannya apalagi camat
Setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya…harapan kami di masa yg akan datang di bawah kepemimpinan Bupati yg baru Situbondo lebih maju n setara dg kota² di sekitarnya …semoga bupati n wabup yg baru amanah dan selalu mendapat petunjuk serta hidayah Allah SWT dlm meminpin situbondo…aamin
Uplous untuk BUPIL, tapi semoga BUPIL (bupati terpilih) tetap komitmen dengan visi misi nya dan buktikan bukan hanya pandai bicara, kami khususnya saya sebagai warga situbondo mengharapkan pemimpin yg dapat mengarahkan situbondo yg lebih baik,tidak peduli pemimpin kami berlatar belakang seperti apa tapi yg jelas punya visi misi yg membangun lebih baik.
SELAMAT BERJUANG
Maaf setauku, PLT Kadisdik selain mnjdbt Kabag umum adalah Seorang Dosen di Unars, Jd beliau adalah seorg guru jg PD hakikatnya. PD jabatan Level Menteripn TDK harus be latar belakang bagtound yg sesuai dengan kementeriannya, Contoh MENKES Periode lalu yg berlatar belakang bangkir alumni FT ITB. Selain itu Mendikbud jg berlatar belakang Bisnisman yg juga tak punya latar belakang pendidikan kependidikan. Tp kedua menteri ini mampu menghasilkan trobosan yg jitu. Yg penting di seorang JPT itu adalah leadershipnya untuk menggerakkan gerbong di di dlm organisasinya.
Maka dari itu kalau mau lebih terarah dan tepat sasaran pada bidangnya hal seperti yang di gagas oleh MZ Rio itu lebih baik dari pada menugaskan orang yang bukan ahlinya.
Kalau bisa yg menduduki jabatan sesuai kompetensinya. Jadi right man in the right place
Selamat berjuang bupati terpilih
Semoga Situbondo benar2 naik kelas…..
Mudah mudahan bupati trpilih sekarang lebih baik dr pd bupati yg sebelumnya. In harapan kami dr warga situbondo
Siap