Magetan (beritajatim.com) – Tingginya harga cabai hingga Rp 60 ribu per kilogram tak bisa dinikmati para petani di Magetan, Jawa Timur. Sebab tanaman cabai petani banyak yang busuk dan mengalami gagal panen.
Petani cabai di Desa Sidomukti Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan mengeluh, sejak beberapa pekan lalu tanaman cabai mereka banyak yang membusuk dan rontok. Akibatnya cabai tidak laku dijual dengan harga tinggi. Kalau pun laku cabai yang masih hijau hanya Rp 15 ribu per kilogram dan cabe rawit merah Rp 50 ribu per kilogram.
[berita-terkait number=”4″ tag=”harga-cabai”]
Padahal harga cabai di pasar saat ini mencapai Rp 60 ribu per kilogram. Menurut para petani kondisi seperti ini biasanya disebabkan oleh curah hujan yang terlalu tinggi. Begitu hujan turun hama langsung menyerang tanaman cabai hingga membusuk.
“Kami tidak bisa menikmati. Harga pupuk dan obat mahal barangnya petani murah jualnya. Kalau dalam berita-berita harganya mahal tapi di petani murah. Kini harga cabai kami jual Rp 50 ribu per kilogram. Panen tidak bisa banyak, biasanya sampai 100 kilogram kini tinggal 30 kilogram saja. Tanaman banyak yang rusak karena cuaca buruk. Intinya petani tidak bisa menikmati harga cabai mahal,’’ kata Sigit Prasetyo, salah satu petani cabai, Jumat (4/3/2022).
Berbagai upaya telah dilakukan para petani, termasuk penyemprotan berbagai jenis obat pertanian. Hanya saja cuaca buruk terus melanda. Petani berharap kalau pemerintah bisa turun tangan untuk meringankan beban petani, terutama untuk pupuk dan obat tanaman agar tak mudah rusak. (fiq/ted)






