Sumenep (beritajatim.com) – Aparat Polsek Talango dan Satreskrim Polres Sumenep masih berusaha keras mengungkap siapa pembuang bayi tak berdosa di depan rumah bu bidan Desa Padike, Kecamatan Talango, Pulau Poteran.
Kapolres Sumenep, AKBP Edo Satya Kentriko mengungkapkan, beberapa saksi telah diperiksa terkait penemuan bayi itu, termasuk pelapor. “Ada 3 saksi yang sudah dimintai keterangan awal. Termasuk bu bidan juga kami mintai keterangan,” katanya, Kamis (12/1/2023).
Selain itu, lanjut Kapolres, anggota Polsek Talango juga mendata siapa saja ibu yang melahirkan pas di hari bayi itu ditemukan, Selasa (10/01/2023). List data ibu yang melahirkan di hari yang sama dengan hari penemuan bayi itu, dianggap akan membuka jalan untuk mengungkap, siapa ibu bayi malang itu.
“Sampai hari ini penyelidikan masih berlanjut. Belum bisa kami sampaikan, mengarah ke siapa? Karena anggota masih meminta keterangan saksi-saksi lain,” ujarnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”bayi-dibuang”]
Sebelumnya, sesosok bayi laki-laki ditemukan di depan praktek bidan delima, Bu Tutik, di Dusun Tanjung Alang, Desa Padike, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep. Bayi itu ditemukan ada di dalam tas, dalam keadaan masih hidup. Tali pusar bayi sudah terpotong namun tidak rapi.
Di dalam tas warna biru itu, bayi digedong kain warna kuning. Selain itu juga ada kain warna abu-abu, dan uang tunai Rp 25.000. Kondisi bayi itu diperkirakan lahir prematur. Berat badan bayi saat lahir 1,8 kg.
“Kami kemarin fokus untuk menyelamatkan bayi prematur itu. Sekarang bayi itu kondisinya sehat. Bayi itu ada di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dengan pengawasan Dinas Sosial,” terang Kapolres Sumenep. [tem/suf]






