Pamekasan (beritajatim.com) – Sejumlah alumni dari berbagai kalangan mulai muncul sebagai kandidat ketua umum dalam pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) III Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Pamekasan, di Auditorium Hotel Odaita Jl Raya Sumenep, Pamekasan, Minggu (19/12/2021).
Mereka merupakan para alumni dari salah satu organisasi ekstra kampus yang mengusung motto ‘Dzikir, Fikir dan Amal Shalih’, di mana saat ini mereka berkecimpung dalam berbagai bidang. Mulai dari akademisi, politisi hingga tokoh muda potensial.
Beberapa alumni yang mulai ramai diperbincangkan, di antaranya Ahsin Kumar dan Mustajab dari unsur akademisi, serta Mohammad Sahur dan Wazirul Jihad yang berangkat dari unsur politisi. Mereka mulai melakukan konsolidasi sejak beberapa hari terakhir.
Bahkan sebagian di antara mereka, juga menyatakan bukan sebagai kandidat. Tetapi justru menegaskan sebagai Ketua IKA PMII Pamekasan. Salah satunya disampaikan Mohammad Sahur yang saat ini tercatat sebagai anggota DPRD Pamekasan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ika-PMII-Pamekasan”]
“Kalau diizinkan menjadi Ketua IKA PMII Pamekasan, kami akan melaksanakan tugas sebaik mungkin dan tentunya sesuai dengan AD/ART,” kata Mohammad Sahur.
Selain itu, pihaknya sengaja tidak mendeklarasikan diri sebagai kandidat. Namun hal itu tidak mempengaruhi semangat mengabdi untuk PMII. “Mengayomi tentunya menjadi komitmen, termasuk juga distribusi kader harus massif sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ungkapnya.
Senada juga disampaikan RPA Wazirul Jihad yang masuk dalam bursa kandidat, bahkan ia juga sempat dideklarasikan sebagai kandidat oleh IKA UIN Sunan Ampel Surabaya di Pamekasan. “Banyak respon positif dari tokoh PMII, awalnya kami hanya ingin meramaikan saja, tetapi justru banyak yang serius,” jelasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”PMII-Pamekasan”]
“Dari itu kami berharap agar siapapun yang terpilih nanti mereka tetap memiliki komitmen dan dedikasi yang tinggi untuk PMII. Artinya mereka harus memiliki komitmen kuat dan memiliki jiwa kepemimpinan yang dapat mengayomi semua kalangan, khususnya kader PMII,” harapnya.
Sementara dari unsur akademisi, Ahsin Kumar menyampaikan komitmen untuk memprioritaskan pada visi mengangkat marwah IKA PMII Pamekasan, yakni pada aspek keagamaan dan kebangsaan. “Orientasi perekat keberagaman melalui pendekatan ekonomi keumatan yang konkrit,” ungkapnya.
“Termasuk juga pada aspek kebangsaan, di mana IKA PMII Pamekasan harus hadir sebagai institusi yang menjadi perekat keberagaman budaya dari kelompok masyarakat, terutama faksi-faksi keagamaan yang akhir-akhir ini semakin menajam,” pungkasnya. [pin/but]






