Pasuruan (beritajatim.com) – Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam prosesi peresmian Lini 4 PT Satoria Aneka Industri di Kecamatan Wonorejo. Kehadiran pimpinan daerah ini menunjukkan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Pasuruan terhadap perkembangan industri farmasi lokal yang kini menyandang predikat pabrik infus terbesar di Indonesia.
Sinergi antara pemerintah daerah dan provinsi dalam peresmian ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah Pasuruan. Fasilitas produksi baru tersebut diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal sekaligus memperkuat posisi Pasuruan sebagai pusat manufaktur kesehatan yang strategis.
“Peresmian ini menandai kemajuan baru dalam manufaktur cerdas dan menjadi bagian dari tujuan besar mewujudkan kemandirian nasional,” ujar CEO and Founder of Satoria Group, Alim Satria. Pihaknya mengapresiasi kehadiran Bupati Pasuruan dan Gubernur Jatim yang memberikan dukungan moral bagi keberlanjutan investasi di sektor alat kesehatan.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa kapasitas produksi yang dihasilkan dari pabrik di Pasuruan ini akan diprioritaskan untuk menyuplai kebutuhan rumah sakit di seluruh Jawa Timur. Kebijakan hilirisasi ini diambil guna memastikan masyarakat mendapatkan akses produk kesehatan yang berkualitas dengan harga yang lebih kompetitif.
“Hadirnya fasilitas ini adalah kabar baik karena industri farmasi di Pasuruan kini bisa menjamin pemenuhan kebutuhan cairan infus untuk RSUD di 38 kota dan kabupaten,” tegas Khofifah Indar Parawansa. Pihaknya berencana mengintegrasikan hasil produksi ini ke dalam sistem pengadaan obat-obatan di bawah naungan Pemprov Jatim.
Sejalan dengan visi tersebut, manajemen pabrik menargetkan peningkatan kapasitas secara bertahap hingga mencapai angka ratusan juta botol per tahun. Ekspansi ini dilakukan untuk menjawab tantangan kebutuhan medis yang terus meningkat serta mendukung program substitusi impor yang digalakkan pemerintah.
“Kami terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan demi memberikan kontribusi bagi kesehatan masyarakat Indonesia,” imbuh Alim Satria saat memberikan paparan di depan para pejabat. Inovasi teknologi yang diterapkan di Lini 4 ini diklaim memiliki sistem pengendalian kualitas yang sangat ketat sesuai standar internasional.
Kegiatan diakhiri dengan peninjauan langsung ke area produksi oleh Bupati Pasuruan bersama Gubernur Jatim guna melihat kecanggihan mesin-mesin otomatis yang digunakan. Keberhasilan ekspansi industri ini diharapkan dapat memicu munculnya sektor-sektor pendukung lainnya yang mampu mendongkrak kesejahteraan warga di Kabupaten Pasuruan. (ada/but)






