Ngawi (beritajatim.com)– Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, mengambil langkah strategis dengan memilih berkantor di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Ngawi. Keputusan ini diambil sebagai bentuk komitmennya untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan memastikan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Ony, langkah ini merupakan realisasi dari janjinya kepada masyarakat, agar ia dapat memantau secara langsung kinerja pelayanan publik.
“Kita berkantor di Mal Pelayanan Publik, yang menjadi janji saya waktu itu, sehingga pelayanan publik lebih bisa terkontrol, terevaluasi dengan baik,” ujar Ony, Rabu (12/3/2025).
MPP Kabupaten Ngawi saat ini menyediakan sekitar 152 jenis layanan publik dari 39 instansi, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dengan adanya pusat layanan ini, masyarakat bisa mengakses berbagai keperluan administratif dalam satu tempat secara lebih efisien.
Ony menuturkan bahwa kehadirannya di MPP tidak hanya untuk memastikan pelayanan publik berjalan optimal, tetapi juga untuk memberikan akses lebih mudah bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi atau kendala dalam mengurus layanan.
“Sehingga, kalau ada permasalahan, ada hal-hal yang perlu disampaikan kepada Bupati, bisa langsung bertemu dengan saya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ony menegaskan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ngawi berkomitmen untuk memberikan pelayanan publik yang cepat, efisien, dan terjangkau bagi seluruh warga. Selain itu, dengan berkantor di MPP, ia juga bisa mengawasi langsung performa Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di bidang pelayanan publik.
“Diharapkan, performa kinerja seluruh ASN Ngawi semakin hari juga semakin baik, karena terpantau langsung,” jelasnya.
Sebagai bentuk transparansi dan efektivitas pemerintahan, Kabupaten Ngawi juga telah memiliki command center atau pusat kendali. Fasilitas ini memungkinkan pemantauan langsung terhadap kegiatan serta program yang dijalankan oleh OPD, camat, dan kepala desa di seluruh wilayah. Dengan adanya command center, berbagai permasalahan yang diungkapkan melalui media sosial atau kanal komunikasi lainnya bisa segera dievaluasi dan ditindaklanjuti.
Dengan strategi ini, Ony berharap Kabupaten Ngawi semakin maju, layanan publik semakin baik, dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat. [fiq/beq]







