Ngawi (beritajatim.com) – Bupati Ngawi Ony anwar Harsono segera mengecek anggaran di tahun 2024 untuk memastikan bisa melakukan saling hibah aset. Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa sudah seiya sekata soal saling hidah Benteng Van Den Bosch dan aset Pemkab Ngawi.
“Keinginan dari Batalyon, tidak harus dengan sama dengan luasan benteng, namun lokasi yang ada di sekitaran komplek Batalyon Artileri Medan (Armed) 12 di Jalan Siliwangi. Luasnya tidak harus sama seperti benteng yang seluas 12 hektar, tapi cukup tiga sampai lima hektar tapi yang berdekatan dengan komplek batalyon,” kata Ony usai kunjungan Pangkostrad di Benteng Pendem Ngawi, Selasa (30/1/2024)
Menurut Ony, hal tersebut sudah diperjelas oleh Pangdiv dan Komandan Resimen. Sehingga, aset Pemkab NGawi yang nanti bakal masuk dalam saling hibah merupakan lahan baru yang harus dibeli, dan lokasinya harus di dekat Markas Yonarmed 12.
“Kita bakal lihat kekuatan anggaran 2024 ini, apakah bisa nanti membesakn lahan seluas tiga hetar sampai lima hektar di sekitar markas,” pungkas Ony.
Sebelumnya diberitakan, Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa mengharapkan proses pemanfaatan Benteng Van Den Bosch di Ngawi dipercepat. Hal ini disampaikannya usai melakukan kunjungan ke benteng yang terletak di Kelurahan Pelem Kecamatan/Kabupaten Ngawi pada Selasa (30/1/2024).
“Setelah saya melihat dan kita melakukan diskusi dengan Pak Bupati dan perwakilan, saya berharap proses pemanfaatan ini dipercepat,” kata Saleh.
Menurut Saleh, Benteng Van Den Bosch memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata. Selain itu, benteng tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan dan perekonomian masyarakat sekitar.
“Jadi nilai tambah dari bangunan yang sudah direnovasi ini mempunyai nilai tambah tidak hanya dalam aspek kepariwisataan tapi juga pendidikan kemudian perekonomian masyarakat sekitar dan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah),” kata Saleh.
Namun, Saleh mengakui bahwa ada beberapa hal yang perlu diselesaikan terlebih dahulu sebelum Benteng Van Den Bosch diserahkan ke pemerintah daerah. Hal ini karena benteng tersebut merupakan aset Kementerian Pertahanan yang kemudian diserahkan kepada TNI Angkatan Darat.
“Apabila ini nanti diserahkan ke pemerintah daerah tentunya karena ini dulu memang di punya Kemhan ya tanah dari Cq kepada TNI Angkatan Darat mungkin ada beberapa hal-hal yang perlu aturan yang perlu kita untuk apa lengkapi ya pelepasan hak dan sebagainya atau hibah sehingga nanti pemerintah daerah juga akan merencanakan nanti,” ujar Saleh.
Saleh berharap proses penyerahan aset Benteng Van Den Bosch ke pemerintah daerah dapat diselesaikan pada tahun ini. Hal ini agar proses pemanfaatan benteng tersebut dapat segera dilakukan.
“Saya berharap lebih cepat tahun ini lebih bagus Pak Bupati. Kemungkinan ya tahun ini kami harapkan bisa tuntas,’’ pungkas Saleh. [fiq/suf]






