Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati berharap kopi khas Trawas dapat berkontribusi memajukan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Mojokerto.
Hal ini sering dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto yang terus berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kerakyatan.
“Saat ini, bagaimana kita bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi di kalangan petani kopi. Kopi Trawas ini pasarnya sudah ada, tinggal bagaimana kita bisa menambah produksinya. Untuk memenuhi permintaan pasar luar,” ujarnya saatbertemu para petani kopi di Kecamatan Trawas, Minggu (18/6/2023).
Kopi merupakan salah satu komoditas yang tidak hanya dibutuhkan masyarakat lokal saja, tetapi menjadi salah satu komoditi yang dibutuhkan masyarakat dalam skala internasional. Selain meningkatkan produksi Kopi Trawas untuk memenuhi permintaan pasar luar, Bupati berpesan agar para petani kopi bisa terus menjaga kualitas Kopi Trawas.
“Ini menjadi tantangan, bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan potensi ini. Tinggal bagaimana kita memaksimalkan, lahan sudah ada, tinggal bagaimana petani bisa memperjuangkannya. Kalau kita bisa menembus pasar internasional, maka paling penting selain meningkatkan produksi, adalah menjaga kualitas Kopi Trawas ini,” pesannya.
Baca Juga: Kopi Selo Parang dari Ngantang Punya Mimpi Mendunia
Orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto ini menambahkan, Kecamatan Trawas kini telah menjadi salah satu ikon pariwisata Kabupaten Mojokerto. Sehingga Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini berharap agar seluruh sektor bisa mendukung Kecamatan Trawas agar bisa menjadi kawasan wisata yang lebih baik.
“Trawas ini menjadi salah satu ikon pariwisata Kabupaten Mojokerto, maka harus didukung dari segala sisi. Mari kita bersama-sama menjadikan Trawas sebagai salah satu destinasi wisata yang lebih baik. Tentunya ke depan, perlu ada pengembangan-pengembangan lagi yang perlu difikirkan,” katanya.
Agenda yang berlangsung di kebun Kopi Trawas ini pun mendapatkan apresiasi dari Bupati. Dalam acara tersebut Bupati didampingi petugas Perhutani, Kepala Dinas Pertanian, Perangkat Desa Ketapanrame, Forkopimca Trawas serta petani kopi berkesempatan memetik secara langsung Kopi Trawas dari pohonnya. [tin/ted]






