Lumajang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur memiliki rencana untuk menghadirkan Unit Layanan Paspor (ULP) di Mal Pelayanan Publik (MPP) Lumajang.
Upaya untuk mendekatkan layanan keimigrasian bagi masyarakat itu dilakukan sebagai langkah agar ketergantungan terhadap layanan paspor di luar daerah Lumajang bisa berakhir.
Sebagai informasi, selama ini warga Kabupaten Lumajang harus bergantung dengan daerah lain seperti Jember dan Malang untuk kebutuhan administrasi keimigrasian hingga pembuatan paspor.
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, ketergantungan dengan daerah lain untuk menikmati layanan pembuatan paspor menuntut waktu dan biaya perjalanan tambahan.
Sehingga, dengan menghadirkan ULP di MPP Lumajang, diakui dapat menjadi kemudahan bagi masyarakat.
Menurutnya, permintaan paspor di Kabupaten Lumajang tergolong tinggi, utamanya saat momen menunaikan ibadah umrah atau bekerja ke luar negeri. Kondisi itu diakui menjadi alasan kuat untuk menghadirkan layanan ULP secara lokal.
Selain itu, pelayanan paspor diakui bukan hanya sekedar kepraktisan, melainkan juga bentuk kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan warganya.
“Tentunya kami ingin warga cukup datang ke satu lokasi untuk semua kebutuhan administrasi, termasuk pengurusan paspor. Nah, karena itu MPP ini kami siapkan sebagai pusat pelayanan publik yang terpadu,” terang Indah Amperawati, Selasa (8/7/2025).
Untuk proses pendirian ULP di MPP Lumajang, telah didapatkannya dukungan dari Kantor Imigrasi Jember menjadi penguat untuk realisasi rencana tersebut.
Kepala Kantor Imigrasi Jember Eko Julianto Rachmad menjelaskan, proses survei lapangan di MPP Lumajang untuk menilai kesiapan lokasi pendirian ULP telah dilakukan.
Hasilnya didapatkan bahwa Kabupaten Lumajang memang memiliki potensi besar dengan tingginya permintaan dari layanan tersebut.
“Jadi, kami melihat Lumajang ini punya potensi besar dan permintaan layanan yang tinggi. Ini menjadi dasar kuat pengajuan pembukaan ULP di sini,” ungkapnya. (has/ted)






