Jember (beritajatim.com) – Muhammad Fawait, Bupati Jember, Jawa Timur, meyakini sejumlah program prooritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih, dan Sekolah Rakyat bakal memberikan manfaat bagi masyarakat saat kondisi dunia sedang mengalami krisis.
“Dengan sistem open economics, adanya ekspor impor, maka apapun yang terjadi di Timur Tengah pasti akan berdampak kepada bangsa Indonesia. Dan saya yakin dengan adanya sekolah rakyat, program-program prioritas pemerintah pusat seperti MBG dan Koperasi Merah Putih, saya yakin itu bisa diminimalisir, termasuk di Kabupaten Jember,” kata Fawait, Selasa (31/3/2026).
Program MBG di Jember, menurut Fawait, akan menyerap 15 ribu orang tenaga kerja untuk bekerja di dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
“Belum lagi multiplier effect UMKM dan lain sebagainya. Maka saya yakin angka pengangguran, baik angka pengangguran maupun tingkat pengangguran terbuka, akan terkoreksi agak besar di akhir 2026,” katanya.
Bupati Fawait bersyukur pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak di tengah situasi ini. “Ini amazing bagi saya. Di saat harga minyak dunia hari ini fluktuatifnya gila-gilaan dan tetangga-tetangga kita sudah mulai kelabakan, bahkan kenaikan harganya sudah besar, Indonesia satu-satunya negara di ASEAN yang tidak menaikkan harga BBM dan tidak ada kelangkaan BBM. Kalau berkurang dikit-dikit wajarlah. Ini bukan sulapan juga,” katanya.
Kendati tidak ada kenaikan harga pada 1 April 2026, Bupati Fawait mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam menggunakan BBM.
Ini apa namanya bukan sulapan juga dan saya bersyukur bahwa pemerintah pusat tadi saya baca pernyataan Prof. Dr. Sufyan Daskoro Ahmad bahwa tidak menaikkan BBM di tanggal 1 April. Ada himbauan saya berharap harap masyarakat untuk bijak menggunakan BBM. BBM kita stoknya aman.
“BBM kita stoknya aman. Namun ketika kita tidak bijak, nanti itu akan memperparah atau memperbanyak beban pemerintah untuk subsidi BBM. Jadi kami mengimbau untuk bijak menggunakan BBM, terutama BBM subsidi,” kata Fawait.
Penggunaan mobil dinas dalam kegiatan Pemkab Jember akan dilakukan seefisien mungkin. “Kami akan berangkat bersama-sama dalam kegiatan Bunga Desaku dan Guse Menyapa,” kata Fawait.
Selain itu, Pemkab Jember siap mengikuti ketentuan work from home dari pemerintah pusat bagi aparatur sipil negara maupun pembelajaran daring. “Kita siap dan saya yakin tidak mungkin satu minggu full untuk WFH maupun pembelajaran daring,” kata Fawait. [wir/beq]






