Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto berharap pemilihan umum tidak mengganggu perekonomian masyarakat. Pemilu harus berlangsung gembira, demokratis, dan menggerakkan perekonomian.
“Kita harus saling silaturahimi, saling jaga persatuan dan kesatuan yang paling penting di antara kita. Kita harus saling bantu dan memaafkan antara kita,” kata Hendy, usai acara prosesi serah terima bendera Komisi Pemilihan Umum dalam Kirab Pemilu, di Ruang Terbuka Hijau Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (23/9/2023).
Hendy mengatakan, demokrasi harus dijunjung dalam bingkai persatuan dan kesatuan. “Tentunya kegiatan pesta demokrasi ini harus bermanfaat kepada semua. Jangan sampai ekonomi kita terganggu karena kegiatan pemilu ini. Insyaallah dengan pesta demokrasi ini, ekonomi kita akan semakin meningkat,” katanya.
Hendy berpesan kepada seluruh aparatur sipil negara untuk netral. “Kita harus menjunjung tinggi asas jurdil, jujur dan adil. Kita harus patuh betul terhadap hal itu,” katanya.
Sementara itu, Ketua KPU Jember Moch. Sya;in mengatakan, Kirab Pemilu di Jatim sudah diawali dari Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso. “Sekarang di Jember. Nanti dari Jember kita akan kirimkan bendera Kirab Pemilu ke Kabupaten Lumajang,” katanya.
Kirab Pemilu ini, menurut Syai’in, bertujuan menyebarluaskan informasi tentang pemilu yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024. “Harapannya dengan Kirab Pemilu, masyarakat lebih tahu bahwa kita akan melaksanakan pemilu, sehingga nanti angka partisipasi masyarakat makin meningkat,” kata Syai’in.
Kirab Pemilu di Jember mengambil tema Pandalungan. “Karena Jember identik dengan daerah Pandalungan, sehingga kita menyerasikan dengan kearifan lokal kita. Ini bagian dari sosialisasi kami,” kata Syai’in. [wir]






