Jember (beritajatim.com) – Setelah pandemi Covid-19 melandai, peran perawat yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) masih sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan masyarakat dan mencegah penularan penyakit sejak dini.
“Pasca Covid, masyarakat lebih ingin dilayani secara langsung dan ada penanganan awal untuk kesehatan di keluarga. Kehadiran para perawat akan jadi stimulus buat masyarakat untuk menimgkatkan kesehatan,” kata Bupati Hendy Siswanto, ditulis Senin (3/10/2022).
Hendy berharap pelayanan kesehatan rumah (homecare) lebih ditingkatkan. “Perawat bisa mengarahkan warga. Kalau sakitnya naik ya ke puskesmas, kalau naik lagi dimasukkan rumah sakit. Tahapan ini memerlukan edukasi,” katanya.
Hendy meminta PPNI menyinergikan programnya dengan Pemkab Jember. “Tolong Pemkab Jember diberi tugas. Kami punya banyak ambulans, Satpol PP, petugas hansip dan linmas di desa-desa. Ini perlu prosedur standar operasional yang jelas. Best practice melayani masyarakat melalui jasa kesehatan,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bupati-hendy-siswanto”]
PPNI Jember sendiri sudah melaksanakan webinar nasional untuk membahas masalah homecare ini di aula Universitas dr. Soebandi Jember, kemarin. Webinar ini merupakan webinar series dari Dewan Pimpinan Daerah PPNI Korwil VIII yang meliputi Bondowoso, Banyuwangi, Situbondo dan Jember.
Melalui webinar ini, ada peningkatan pengetahuan dan kompetensi perawat dalam menjalankan homecare. Sebanyak 7000 peserta hadir baik secara daring maupun luring, Sebanyak 350 peserta hadir mengikuti secara luring dan 6650 mengikuti daring baik melalui zoom meeting maupun youtube DPW PPNI Jatim dan DPD PPNI Jatim. [wir/but]






