Jember (beritajatim.com) – Bupati Jember, Hendy Siswanto meminta kreativitas yang muncul dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) sekolah menengah kejuruan untuk pertama kalinya di Kabupaten Jember, Jawa Timur, 8-10 Februari 2023, terus dikembangkan.
“Apa yang jadi kreativitas siswa bisa terus dikembangkan, dikawal. Jangan ditinggal. Mau juara 1, 2, 3, hingga juara 10 pun itu bagus. Tidak kemudian juara 1 dan juara 10 berbeda. Kreativitas bisa dikembangkan terus,” kata Hendy di Aula SMKN 2 Jember, Rabu (8/2/2023).
Hendy juga meminta agar siswa dibebaskan berkreasi tanpa harus terbatasi pada jurusan yang ditekuni. “Mungkin dia kreatif di bidang lain dan itu bisa menghasilkan dan dikembangkan. Kalau dia bisa membuat kreativitas sesuai kesenangannya, itu akan lebih bagus,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-jember”]
Hendy berharap generasi muda membangun kemampuan berpikir kritis. “Anak muda sekarang harus punya kemampuan critical thinking, problem solving, kreativitas,serta memiliki kemampuan dalam berdiskusi dan kolaborasi,” katanya.
LKS diikuti 138 peserta yang terdiri dari 8 SMKN dan 40 SMK swasta. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Jember-Lumajang Mahrus Syamsul mengatakan, lomba itu bertujuan memberi kesempatan dan memotivasi siswa SMK untuk berkompetisi secara aktif. “Melalui tema ‘Generasi Muda yang Berkompeten dan Berkarakter’ diharapkan peserta mampu bersaing secara sportif dalam menghadapi 40 jenis bidang lomba,” katanya.
Hendy meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar LKS rutin setiap tahun. “Ini jadi ajang untuk menunjukkan bakat dan passion anak-anak kita. Siswa SMK ini dicetak untuk siap kerja, punya kreativitas, dan mandiri. Jadi kalau tidak kita siapkan dari sekarang, kasihan,” katanya.
“Kami punya link and match-nya dengan fasilitas. Kami ada Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Cipta Karya, (para siswa berprestasi) bisa dimagangkan di sana,” kata Hendy. [wir]






