Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto memberikan waktu tiga hari kepada aparat desa hingga rukun tetangga dan rukun warga di Kabupaten Jember, Jawa Timur, agar mengecek data calon penerima bantuan sosial dampak Covid-19.
Petugas dari 31 kecamatan sudah dipanggil ke pendapa bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk melakukan cek silang terhadap semua data calon penerima bantuan sosial, Kamis (5/8/2021) kemarin. “Dari 75 ribu data (yang dicek silang), yang cocok 13.600 nama,” kata Hendy.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-jember”]
Namun Hendy tidak puas. “Saya tidak mau data kroscek dengan lembaran kertas. Datangi ke lapangan satu-satu orangnya. Saya kasih waktu maksimal tiga hari ke kades dan RT. Saya minta data langsung kepala desa, RT, RW karena nant kades yang bantu membagi kan bantuan,” katanya.
Asumsi awal ada 400 ribu orang penerima bantuan di Jember, termasuk 136 ribu nama yang ada dalam data Dinas Sosial yang sudah menerima bantuan sosial tempo hari. Hendy menginginkan adanya pemerataan bantuan, bukan hanya untuk warga miskin, tapi juga warga kelas pekerja yang tidak bisa bekerja karena harus menjalani isolasi mandiri.
“Ini berangkat dari angka kemiskinan kita yang 266 ribu orang, 57 ribu orang pengangguran, yang angkanya meningkat karena Covid-19. Bantuan diberikan termasuk untuk karyawan hotel yang dikeluarkan dari pekerjaan,” kata Hendy. [wir/kun]






