Banyuwangi (beritajatim.com) – Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) berkapasitas 48 ribu ton perhari resmi beroperasi. Peresmian TPS yang berdiri di Desa Balak, Kecamatan Songgon itu dilakukan oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
TPS 3R ini merupakan pengolahan sampah sirkuler dan berkelanjutan sebagai bagian dari inisiatif program Banyuwangi Hijau. Program ini didukung penuh oleh Pemerintah Norwegia.
“Kobocoran sampah ke lingkungan dapat dicegah melalui kerja sama seluruh pemangku kepentingan. Melalui inisiatif Program Banyuwangi Hijau, kami bekerja bersama untuk melakukan perbaikan nyata bagi kesehatan lingkungan dan masyarakat Banyuwangi,” kata Ipuk Fiestiandani, Bupati Banyuwangi, saat meresmikan TPS 3R Balak.
Dari program ini, terbukti tidak hanya solusi sampah saja yang tertangani. Namun, keterlibatan dari 800 orang lain menjadi bukti keseriusan untuk mendorong perubahan. Di antaranya, kelompok masyarakat, pemerintahan kabupaten, kecamatan, desa, kelompok akademisi, dan organisasi masyarakat.
“Saya berharap fasilitas ini tidak hanya menjadi tempat pengolahan sampah namun juga menjadi pusat edukasi dan inspirasi bagi masyarakat,” kata Ipuk.
Baca Juga: Gandrung Sewu Banyuwangi Berpadu Atraksi Udara TNI AU, Makin Seru
TPS Balak itu merupakan pelaksanaan program Banyuwangi Hijau. Tujuan utamanya yakni sebagai upaya pengendalian sampah, khususnya plastik dengan memilah sampah langsung dari rumah tangga.
Banyuwangi Hijau sendiri merupakan kelanjutan dari Project Stop (Stop Ocean Plastics) yang sukses dijalankan di Kecamatan Muncar sejak 2018 oleh NGO PT. Systemiq Lestari Indonesia, yang didanai pemerintah Norwegia dan institusi bisnis Borealis dari Austria.
Hadir dalam peresmian TPS 3R itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas, dan Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Rut Kruger Griverin. (rin/ted)






