Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto mengaku sedih jika hanya ada sedikit kandidat dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, tahun ini. Ia tak akan menghambat kandidat-kandidat bupati dan wakil bupati untuk beraktivitas.
“Pilkada adalah peluang besar bagi siapa pun untuk bisa mengabdikan diri kepada masyarakat. Tidak ada perbedaan, petahana atau siapa pun. Yang penting kita bisa bermanfaat bagi masyarakat,” kata Hendy kepada Beritajatim.com, Minggu (14/1/2024).
“Semakin banyak (yang mencalonkan diri jadi bupati) semakin baik. Itu harapan saya, artinya ada perhatian untuk Jember. Semua memperhatikan Jember, itu malah bagus. Kalau semakin sedikit, tidak ada yang daftar (calon bupati), saya sedih. Kalau banyak kan bagus, bisa memberikan bantuan juga kepada masyarakat. Yang diuntungkan masyarakat,” kata Hendy.
Salah satu kehadiran kandidat bupati yang disambut baik oleh Hendy adalah Muhammad Fawait, legislator Partai Gerindra di DPRD Jawa Timur. Ia menilai, pencalonan Fawait bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat. “Mudah-mudahan bermanfaat. Itu semua akan kembali kepada masyarakat yang akan memilih siapa pun yang akan jadi pemimpin,” katanya.
Hendy sendiri jauh-jauh hari sudah membaca kemungkinan Fawait menjadi kandidat bupati. Sebagai petahana, ia tak ingin menghambat kegiatan politik elektoral apapun, termasuk yang dilakukan Fawait walau pun berpotensi menggerus elektabilitasnya.
“Sepanjang regulasinya boleh, ya boleh-boleh saja. Silakan dipilih. Jember menerima siapapun juga. Di sinilah kami akan tunjukkan netralitas kita. Kita beri peluang sebesar-besarnya, bahwa ini pesta demokrasi yang harus dimaknai senang-senang, tidak ada perseteruan,” kata Hendy.
Fawait sudah melakukan unjuk kekuatan awal dengan menghadirkan ribuan orang dalam acara Apel Sholawat Nusantara di Stadion Jember Sport Garden, Rabu (10/1/2024) lalu. Acara itu juga menghadirkan calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Kita harus hormati. Tiga pasang calon presiden dan wakil presiden kami beri kebebasan untuk memakai fasilitas di Jember. Silakan, itu calon-calon terbaik kita semua. Kalau kemudian yang membawa (Gibran) di situ adalah Fawait yang akan menjadi calon bupati, tidak ada masalah. Siapa pun yang membawa, venue ini milik semuanya. Kita beri kebebasan, sehingga masyarakat Jember diuntungkan,” kata Hendy. [wir]






