Blitar (beritajatim.com) – Bupati Blitar, Rini Syarifah bersama Perhutani melakukan pembersihan tumpukan sampah di Gunung Betet, Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar. Pembersihan ini dilakukan dalam rangka memperingati hari World Clean Up Day (WCD) 2023.
Dipilihnya Gunung Betet lantaran tempat tersebut saat ini digunakan masyarakat sebagai tempat pembuangan sampah liar. Sehingga vegetasi hutan menjadi terganggu lantaran banyaknya sampah yang menumpuk di lokasi tersebut.
Total sampah yang sampah yang diangkat dari kawasan hutan itu bahkan mencapai 2 truk. Mayoritas sampah yang dibuang ke kawasan hutan Gunung Betet ini pun, merupakan hasil rumah tangga seperti plastik hingga popok bayi.
“Bahkan sampah yang diangkat sampai dua truk itu, mayoritas anorganik atau plastik, rumah tangga penyumbangnya mayoritasnya,” kata Muklisin, AMD Perum Perhutani KPH Blitar, Sabtu (16/09/23).
Kegiatan pembersihan sampah di Gunung Betet ini bukan yang pertama kalinya. Menurut Perhutani Blitar, pihaknya telah 5 kali melakukan pembersihan sampah di wilayah Gunung Betet bersama sejumlah kelompok peduli lingkungan.
Baca Juga: Terdaftar di BPNT Selama 6 Tahun, Nenek di Blitar Belum Sekalipun Terima Bantuan
Namun kesadaran masyarakat nampaknya belum begitu terwujud. Meski telah berulang kali dibersihkan dan diberikan papan larangan, namun Gunung Betet yang berada di Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar tetap dijadikan tempat pembuangan sampah liar.
“Makanya kami apresiasi langkah Bupati Blitar, dan tadi pasca ini di lokasi tersebut akan ditempatkan container atau truk untuk menampung sampah warga agar tidak dibuang sembarangan,” jelasnya.
Berkolaborasi dengan pegiat lingkungan, lanjut Muklisin, tujuannya adalah memberikan edukasi pada masyarakat guna mendorong kesadaran akan pentingnya kebersihan dan kelestarian alam.
“Kita tidak boleh lelah, kita harus tetap semangat untuk terus memberikan edukasi ke masyarakat, agar tidak membuang sampah sembarangan, apalagi sampai mengotori alam,” paparnya.
Senada dengannya, Bupati Blitar juga mendorong agar gerakan-gerakan lingkungan seperti ini terus digalakkan. Ia juga menghimbau masyarakat Kabupaten Blitar untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mencemari lingkungan.
“Pemkab Blitar tentu memberikan apresiasi tinggi untuk Perhutani dan teman-teman pecinta lingkungan, yang selalu berjuang untuk menjaga kelestarian dan keasrian alam. Semoga dari pengelolaan sampah ini bisa menjadi berkah” ungkap Mak Rini, sapaan akrab Bupati Blitar.
Sebagai informasi, beberapa waktu lalu, Bupati Blitar telah mengeluarkan surat edaran gerakan Jumat bersih untuk Kepala Perangkat Daerah, Camat, Seluruh Kades dan Lurah juga untuk seluruh masyarakat Kabupaten Blitar, sebagai upaya pengurangan dan penanganan sampah di Kabupaten Blitar.
“Saya berharap, kegiatan ini jangan sampai berhenti sampai disini ketika WCD berlangsung saja, namun kita rutinkan sesuai surat yang telah diedarkan” pungkasnya. (owi/ted)






