Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Josiah Michael mendesak Apartemen Bale Hinggil melakukan audit keuangan, buntut warga penghuni protes lantaran aliran listrik dan air mereka diputus sepihak, Rabu (26/2).
Ada sebanyak 300 kepala keluarga (KK) penghuni Apartemen Bale Hinggil ini mengalami pemutusan aliran listrik dan air sejak hari Selasa (25/2/2025) kemarin. Akibat polemik tunggakan service charge (IPL), yang dibebankan pengelola tanpa sepengetahuan penghuni (tak transparan).
“Bale Hinggil kembali memutus listrik dan juga air warga penghuninya, karena sistem penagihan IPL (Iuran Pemeliharaan Lingkungan) dijadikan menjadi satu dengan tagihan listrik dan air,” papar Josiah kepada beritajatim.com, Rabu (26/2) sore.
Josiah menjelaskan, dirinya hari ini mendampingi penghuni apartemen Bale Hinggil. Kata dia, pihak pengelola ini dicurigai tidak transparan. Dan telah melanggar Perwali tentang pengelolaan listrik dan air.
“Iya tidak transparan terhadap pengelolaan dana service charge IPL nya. Dan tadi telah disepakati, kita berikan waktu 5 bulan ke depan paling cepat. Untuk (pihak pengelola Bale Hinggil) menyelesaikan laporan keuangan dan dilakukan audit,” kata dia.
Sebab, kata Josiah, pihak pengelola Bale Hinggil selama ini dalam menetapkan service charge IPL belum sesuai dengan aturan perundang-undangan. Di mana, dalam penetapan besaran service charge IPL ini Bale Hinggil hanya membandingkan tagihan apartemen – apartemen lain.
“Tadi yang agak meragukan, mereka (pengelola) ini mengaku hanya membandingkan pengelolaan apartemen mereka dengan apartemen lainnya. Ini kan seharusnya bukan begitu,” ujar anggota DPRD dari PSI itu.
Sebab, Komponen untuk menghitung IPL service charge seharusnya diatur dalam undang-undang, dengan besaran dan juga komponen yang dihitung berdasarkan standar yang jelas. Bukan berdasar perbandingan antar apartemen sekitar.
“Nah ini juga yang jadinya mempertebal kecurigaan warga, kalau pengelola ini mengambil keuntungan di situ,” imbuhnya.
Sedangkan, untuk kebutuhan listrik dan air warga penghuni apartemen di Bale Hinggil Surabaya ini, DPRD meminta pihak pengelola untuk menghidupkan kembali listrik dan Juga air segera mungkin.
“Tadi telah mediasi dan akhirnya disepakati untuk listrik dan air ini dinyalakan sendiri. Sambil menunggu proses pemisahan rekening penagihan IPL service charge dan tagihan listrik air,” tutupnya. [ram/ian]






