Surabaya (beritajatim.com) – Beberapa waktu lalu, tepatnya pada 21 Oktober 2021, kejadian tragis menimpa aktor kenamaan Amerika Serikat, Alec Baldwin. Sebuah insiden terjadi saat ia tengah melakukan proses syuting film “Rust”. Pria berusia 63 tahun itu tak sengaja menewaskan seorang kru menggunakan pistol property.
Kronologi bermula saat Alec Baldwin tengah memeragakan sebuah adegan di depan sang sutradara Joel Souza, dan DOP, Halyna Hutchins. Ia berlatih menggunakan pistol yang diketahui hanya berupa properti dan tak berisi peluru, sehingga sudah aman untuk digunakan.
Siapa sangka jika ternyata pistol tersebut memiliki peluru di dalamnya. Saat tembakan dilepaskan dua kali, peluru langsung mengenai Joel Souza dan Halyna Hutchins. Keduanya terluka dan dilarikan ke rumah sakit, namun sayang, Halyna tak bisa diselamatkan dan meninggal dunia.
Peristiwa tersebut rupanya masih bergulir hingga kini. Suami dari mendiang Halyna Hutchins, yakni Matt Hutchins, dikabarkan akan menuntut sang aktor. Kabar ini beredar setelah Matt Hutchins diketahui menyewa sebuah firma hukum yang berbasis di Los Angeles. Melalui sang juru bicara, Amanda Duckwoth ia mengatakan bahwa Brian Panish dari firma Panish Shea Boyle Ravipudi akan menjadi pengacara utama.
Brian adalah pengacara yang pada awal tahun membantu para korban kebakaran hutan dan tanah longsor di California Selatan. Selain itu, ia juga mewakili ibu dan anak-anak dari penyanyi pop Michael Jackson atas gugatan kematian yang salah.
Sementara itu, pakar hukum mengatakan bahwa keluarga Hutchins dapat mengajukan tuntutan hukum perdata. Mereka bisa mendapatkan ganti rugi finansial sebab kelalaian di lokasi syuting setelah pistol yang dipegang oleh Alec Baldwin melepaskan peluru.
Baldwin sendiri mengatakan bahwa ia sangat hancur akan kejadian itu. Tersebar foto saat kejadian dimana ia tampak menangis dan terlihat shock. Ia juga mengaku akan bekerja sama dengan pihak berwenang. Baldwin dan produser “Rust” lainnya telah menyewa firma hukum Jenner & Block untuk menyelidiki kasus penembakan yang tak disengaja tersebut.
Insiden ini memang membuat kecewa banyak orang, karena semestinya hal krusial seperti ini sudah dicek oleh para kru yang berwenang. Salah satunya adalah Dwayne “The Rock” Johnson yang mengambil pelajaran dari kasus ini dengan tidak pernah lagi menggunakan pistol asli meski tidak berisi peluru. Ini untuk menjaga keselamatan seluruh pihak.[mnd/esd]






